Love Of My Live, ketika Queen hadir di Jakarta

0
283
Love of My Life

Beda, seru, dan keren! Itulah 3 kata yang saya gambarkan untuk konser “Love Of My Life” persembahan The Resonanz Music Studio yang turut menghadirkan, Judika, Lisa Depe, Heny Janawati, Michelle Siswanto, Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Children Choir, dan dikomandoi oleh Avip Priatna.

Konser malam itu berlangsung di akhir pekan kemarin [18/04], di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki. Tempat duduk yang disediakan hampir terisi sepenuhnya dan konser mulai berjalan sekitar pukul 19.45 WIB.

Lagu-lagu Queen seperti Don’t Stop Me Now, Bicycle Race, Killer Queen, Crazy Little Thing Called Love, Living On My Own, Barcelona, Radio Ga Ga, We Will Rock You, Bohemian Rhapsody, We Are The Champions, I Want To Break Free, dan Love Of My Life, yang sebagian dibawakan dalam bentuk concerto, instrumental, dan dengan liriknya, melantun asyik dan selalu mendapatkan big applause di setiap akhirnya.

Yang paling berkesan tentunya saat lagu-lagu Queen favorit saya dilatunkan. Namun yang paling istimewa saat “Love Of My Life” dimainkan dalam aransemen ulang, beautiful! Sebelum lagu ini diperdengarkan, Avip Priatna memberikan sedikit pidato, “Selamat malam semuanya, saya tidak akan nyanyi [tawa ringan pun membahana]. Saya ingin bernostalgia saat SMA di Bandung tahun 84-an. Saat itu Queen lagi top-topnya, dan saya sangat terkesan dengan lagu ‘Love Of My Life‘. Karena itu saya ingin membawakan kenangan masa itu di malam ini. Ini juga menjadi sebuah surprise untuk Ibu Budi Hartono yang sedang berulang tahun, karena Erwin yang akan menjadi pianis untuk lagu ‘Love Of My Life‘.”

Kemudian Erwin memberikan sedikit intro sebelum memulai membawakan lagu ini, “Terima kasih banyak untuk kepercayaannya. Lagu ini cukup sendu, tapi saya ingin mengaransemen dengan cara lain namun tetap mengambil esensi lagu ini yaitu tentang cinta.”

20.25 WIB,  “Love of My Life” dimainkan, Erwin bersama Avip, berhasil memberikan roh baru ke lagu ini, seolah lagu ini membawa saya ke kisah cinta, ada konflik di sana, yang akhirnya berakhir dengan indah. Wonderfull! Tepuk tangan saya paling meriah untuk lagu ini.

Selain itu, ada hal yang bikin saya tersenyum selalu. Yakni saat mendengarkan dan melihat penampilan children choir yang berpakaian penuh warna dan berdansa menarik sambil membawakan lagu, Bicycle dan We Will Rock You. Menawan!

So, malam itu increadible for me. Dan ternyata tidak hanya saya saja yang berpendapat seperti itu. Berikut beberapa pendapat dari para penonton di sana, juga penampilnya.

Ariana @arianalexa
“Aransemennya bagus dan ada kolaborasi dengan beberapa musisi. Tapi sayang terlalu pendek.”
Fav:  We Are The Champions, I Want To Break Free, Love of My Life.
Harapan:  “Resonanz bikin konser lagu Chrisye.”

Maya @mariapaulatobing
“Seru konsepnya banyak yang segar dan spontanitas.”
Fav:  I Want To Break Free, Love of My Life
Harapan:  “Bawakan lagu Chrisye.”

Ratih @-
“Bagus banget”
Fav:  Love of My Life, We Are The Champions
Harapan:  “Ingin dengar meraka bawain lagu ABBA”.

Lisa Depe @lisadepe
“Saya dengar dari pinggir panggung lagu Barcelona [duet antara Judika dan Heny Janawati] bagus banget. Dan saya senang semuanya, meski tadi agak kecewa saya ada yang salah.”
Fav:  Barcelona
Harapan:  “Karena band favorit saya The Beatles sudah dibawain mas Avip Priatna, jadi terserah mas Avip aja mau bikin apa lagi.”

Avip Priatna @-
Lagu yang tersulit: “Bohemian Rhapsody paling susah, awalnya kan klasikal banget, dan di tengahnya ada rock. jadi sebenarnya mengkombinasikan antara rock dan klasiknya, jadi kontras banget di lagu ini.

Apakah hasil konser ini sesuai yang diharapkan: “Selama latihan selalu berusaha untuk mencapai target yang sangat tinggi, karena tanggung jawab saya sebagai musisi dan jangan sampai musik Queen yang sangat bagus itu tiba-tiba rohnya jadi nggak ada. Jadi kita memang selalu dalam latihan itu saya agak keras, terutama dalam hal membantuk karakter musik itu. Saya kan melatih banyak orang, 100 yang saya pegang, dan mereka harus punya visi dan konsep yang sama dalam mereka melihat musik ini. Dan saya pokoknya berlatih-berlatih, dan itulah hasil yang kita latih semaksimal mungkin.”

Konser selanjutnya: “Kita kan setiap tahun selalu ada Simphony untuk bangsa. Mungkin saya ingin mengembangkan lagi lagu anak-anak, seperti karya Ibu Sud dan A.T Mahmud. Dan saya ada ide untuk masukin karya-karya musik indonesia yang legendaris kaya Koes Plus, dll.” « [teks & foto @bartno]