Misi Pandji Pragiwaksono perbaiki Indonesia lewat tur melawak

0
256
Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono
Pandji
Pandji

Pandji Pragiwaksono hampir menyelesaikan program Stand Up Comedy World Tour, bertajuk Mesakke Bangsaku World Tour.

Pandji mengatakan bahwa program tersebut adalah tur keliling dunia pertama yang dilakukan oleh seniman Indonesia. Tur tersebut berlangsung sejak April 2014, sampai April tahun ini, dan telah mengunjungi 19 kota di tujuh negara, antara lain; Singapura, Melbourne, Adelaide, Briston, London, Amsterdam, Berlin, Guangzhou, Beijing, Los Angeles, dan San Fransisco.

“Disana saya stand up comedy, membawakan isu dan pesan tentang Indonesia,” kata Pandji saat peluncuran teaser Comic 8: Casino Kings di kawasan Kemang, Jakarta, belum lama ini.

Saat ‘bercuap-cuap’ disepanjang tur, Pandji tampil menggunakan bahasa Indonesia, di hadapan penonton yang kebanyakan pelajar dan profesional Indonesia. Meskipun, ada juga penonton setempat yang menonton.

Pandji menuturkan, di Australia, Belanda, Beijing, dan Guangzhou ada jurusan pelajaran bahasa Indonesia, dan ternyata bahasa Indonesia menduduki peringkat ke-enam bahasa yang paling diminati di dunia.

“Itulah yang membuat kenapa banyak orang setempat yang nonton. Cuma, kalau orang asing nonton ketawanya telat, karena kayaknya dipikir dulu. Oh, itu maksudnya gitu. Hahaha,” tambah pria bernama lengkap Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo ini.

Kata Mesakke berasal dari bahasa Jawa yang artinya kasihan. Jadi, Mesakke Bangsaku artinya kasihan bangsaku. Diakui Pandji orang-orang sering bertanya apakah dirinya berbicara hal buruk tentang Indonesia?

Pandji menyatakan tidak. Ia berkata kepada orang-orang, kalau mau mengubah Indonesia, pertama kita harus sadari ada kesalahan. Menurutnya, memang ada yang salah di Indonesia. Ada yang membuat kita kasihan.

“Lebih baik kita angkat, kita sepakati, kemudian kita perbaiki. Daripada nggak pernah kita ketahui sama sekali, itu misi dari Mesakke Bangsaku,” ucapnya lagi.

Hal-hal yang di bahas dalam Mesakke Bangsaku antara lain adalah soal disparitas antara orang kaya dan miskin, minoritas dari sisi etnis dan kepercayaan, ekonomi, pendidikan, politik dan lain-lain.

“Biasanya orang Indonesia setelah nonton itu kesannya selalu sama. Saya jadi ingin kembali ke Indonesia. Saya jadi kangen. Saya jadi ingin membangun Indonesia,” tegas suami dari Gamila Mustika Burhan ini.

Soal materi yang ia sampaikan, Pandji mengatakan, enaknya jadi stand up comedy yang tinggal di Indonesia adalah, bahannya tidak pernah habis. “Karena ada saja kejadian lucu yang di lakukan terutama oleh para politikus,” tutupnya

Pandji menambahkan, bahan stand up comedy selalu datang dari dua hal, yaitu pengalaman dan pengamatan. Termasuk Mesakke Bangsaku yang datang dari pengalaman hidup, dan juga pengamatan Pandji terhadap Indonesia. «[teks[email protected]foto @ryanstones]

SHARE