Emansipasi wanita: 5 hal yang bisa kamu ketahui

0
179
perempuan

perempuanNampaknya emansipasi perempuan membawa perubahan. Jika tak ada sang pencetus, R.A. Kartini, mungkin banyak perempuan yang tidak bekerja dan cenderung diam di rumah. Atau bahkan hanya bisa bilang “iya” saja, tanpa bisa mengutarakan opini mereka.

Ini saatnya kamu harus tunjukkin power. Kamu juga bisa melakukan apa yang laki-laki lakukan, misalnya angkat galon. Why not? Penyetaraan gender sudah banyak terjadi kok jika kamu membuka mata lebar dan luas. Ada 2 hal jika kesetaraan itu bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Pertama, dari pandangan orang kepada dirimu [perempuan]. Kedua, dari pandangan kamu [perempuan] terhadap perempuan.

Get up! Get up! Ini dia hal yang perlu kamu ketahui, kalau kamu punya power yang sama seperti laki-laki:

» Nggak perlu takut dengan laki-laki
Kenapa harus takut? Laki-laki hanyalah gender yang berbeda dan bukan berarti mereka lebih kuat dari kamu. Seandainya kamu memang dalam posisi yang tidak aman, kamu berhak untuk bilang dan jika terpaksa… lawanlah. Kamu memiliki hak penuh atas tubuh kamu.

» Someone underestimates you
Jangan menerima begitu saja seseorang yang merendahkan kamu karena kamu adalah seorang perempuan. Stigma perempuan itu makhluk lemah. Tidak selalu begitu. Kamu boleh tersenyum dan diam-diam menunjukkan kalau prestasimu melebihi orang yang merendahkanmu. Kamu bakal mendapatinya tercengang dan saatnya menunggu ia bertepuk tangan untukmu.

» You underestimate you
“Tolong angkatin itu dong, kan aku perempuan!” atau “Ngalah dong, aku kan cewek!”
Well, statement semacam itu kamu kira bakal memenangkan posisi kamu? Sebenarnya kamu merendahkan dirimu sendiri karena kamu juga menganggap dirimu seorang perempuan yang lemah. Laki-laki tak harus mengalah terhadapmu kok. Walau itu tergantung konteks dan situasional.

» Don’t underestimate boys
Yap, kamu boleh punya pemikiran feminis dan perempuan adalah sosok yang seharusnya dihormati. Tapi ingat, setara bukan berarti laki-laki lebih rendah dari kamu. Mereka setara seperti kamu dan kamu sama-sama membutuhkan satu sama lain dan melengkapi satu sama lain.

» Bertukar peran
Pemikiran terbuka terhadap peran laki-laki dan perempuan. Jika kamu [perempuan] bekerja dan laki-laki kerap mengurus urusan rumah tangga, bukan hal yang salah. Karena memang semua orang baik perempuan dan laki-laki diciptakan untuk saling support. At least, ketika kamu open minded terhadap hal “tukar peran”, hidupmu dan pasanganmu akan lebih harmonis.

Ada ide lain G-Readers tentang emansipasi wanita? Yuk, sharing«[teks @03BMAI | foto shutterstock.com]

SHARE