GAC: “Perempuan Indonesia tanpa R.A Kartini?”

0
541
GAC
Audrey, Gamal, dan Cantika
GAC
Audrey, Gamal, dan Cantika

Tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali kaum selebriti.

Meski saat ini kita tidak hidup dijaman perjuangan R.A Kartini, namun sudah sepatutnya kita selalu mengingat makna perjuangannya, dan berbangga karena setidaknya kaum perempuan mampu eksis, dan setara dengan pria dalam berbagai bidang.

Rasa bangga dan bersyukur pun turut dirasakan Gamaliel, Audrey, Cantika atau biasa dikenal dalam bentukan grup vokal, GAC.

Tiga penyanyi muda ini bercerita saat-saat mereka merayakan Hari Kartini, serta membagi pemikiran arti seorang Kartini dalam kehidupan perempuan Indonesia. Berikut wawancara ekslusif Ghiboo bersama GAC:

Kapan terakhir kalian merayakan hari Kartini?

Gamal “Waktu SD ikut acara sekolah, mewarnai gambar atau wajah R.A Kartini.”
Cantika “Kalau aku waktu di SMA. Pernah ikutan di sekolah, waktu itu disuruh pakai baju kebaya dan nyanyi.”
Audrey “Aku juga SMA, ke sekolah pakai baju kebaya.”

Perempuan Indonesia tanpa R.A Kartini seperti apa?

Gamal “Hmm… Perempuan Indonesia tanpa R.A Kartini? Perempuan akan berjuang sendiri. Jadi, nggak ada tokoh yang dijadikan contoh. Dengan adanya Kartini kan, perempuan masa kini, ada yang dicontoh bagaimana perjuangannya jaman dulu. Jaman dulu, lho! Bagaimana susahnya dia. Nggak kayak sekarang banyak media, sosial media untuk menunjukkan eksistensi.”

Cantika “Pasti perempuan Indonesia melakukan apapun akan terasa berat, nggak seperti sekarang. Pasti harus strong banget untuk melakukan apapun.”

Audrey “Kalau R.A Kartini nggak berjuang untuk kita, mungkin nggak ada yang menyuarakan suara hati perempuan. Sekarang, pria-pria jadi nggak underestimate sama perempuan.”

Siapa sih Kartini masa kini kalian?

Gamal Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan RI
“Karena dia menunjukkan, istilahnya berani, dan beda. Apalagi dia perempuan, dia menunjukkan cara kerja perempuan, kalau perempuan juga bisa. Mungkin pendidikannya nggak setinggi orang-orang. Tapi, ia menunjukkan cara kerjanya, kalau dia sanggup dan punya kapasitas pekerjaannya itu.”

Cantika Dian Sastro
“Dia itu pintar, terlihat dari cara dia berprilaku. Meski, dia sudah menjadi seorang istri, dia bukan menjadi perempuan yang manja. Dia tetap mengurus anak, dan berkarir juga. Pokoknya hidupnya balance. Dia menunjukkan kalau perempuan meski sudah menikah, mimpinya tidak berhenti sampai disitu saja.”

Audrey Ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan RI
“Karena dia banyak melakukan hal-hal yang di luar dugaan. Dia benar-benar ngasih lihat kalau perempuan bisa, dan mandiri. Sama seperti dibilang Gamal, dia kan pendidikannya nggak terlalu tinggi, tapi dia bisa ngasih lihat, kalau pendidikan itu memang penting, tapi yang lebih penting adalah semangat kerja, dan tanggung jawab. Ia sungguh-sungguh dalam bekerja. Dia buktikan, bukan malah direndahkan, lewat pekerjaan yang sudah dilakukan.”

G-Readers, setuju dengan pilihan Kartini masa kini mereka? Setuju, tidak setuju bukan jadi masalah. Yang pasti saat ini perempuan Indonesia sudah merdeka, menjadi perempuan yang berkesempatan memiliki kesetaraan dengan kaum pria. Tinggal kita lanjutkan perjuangan sang pahlawan, dengan meraih cita-cita demi kemajuan bangsa. Selamat Hari Kartini! [teks @DonT_D4 | foto @ryanstones]

SHARE