Susi Pudjiastuti berantas illegal fishing dengan cara radikal

0
174
Susi Pudjiastuti
Susi Pudjiastuti

Tanggal 21 April diperingati sebagai hari sang pelopor kebangkitan perempuan Indonesia, yaitu R.A Kartini. Berkat perjuangan Kartini mencapai persamaan derajat antara wanita dan pria, kini wanita Indonesia mampu meraih cita-cita, bahkan melakukan hal apapun demi kemajuan bangsa.

Seperti yang dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, sekaligus pemilik PT ASI Pudjiastuti Marine Product, Susi Pudjiastuti. Dengan sistem kerjanya, Susi pun mengusung slogan Anti Illegal, Unreported and Unregulated fishing (IUU).

Susi mengatakan, unreported dan unregulated fishing telah membuat para nelayan Indonesia kesulitan. Terdapat ribuan kapal asing yang mencuri ikan di laut Indonesia selama bertahun-tahun. Mereka langsung mengekspor hasil curian, dan yang paling parah, alat penangkap ikan yang mereka miliki menghancurkan kehidupan laut Indonesia.

Yang paling terkena dampaknya adalah nelayan kecil. Karena jadi sulit mencari ikan, mereka akhirnya menggunakan bom dan racun agar bisa mendapatkan ikan.

“Pakai dinamit karang-karangnya, supaya dapat ikan. Jadi, gara gara illegal fishing, nelayan indonesia yang baik-baik pun jadi tidak baik, karena susah cari makan dengan cara biasa. Inilah yang mesti kita benahi,” kata Susi saat menjadi narasumber 89.6 FM I Radio Jakarta, beberapa waktu lalu.

Susi menambahkan, illegal fishing merugikan negara paling sedikit 300 triliun rupiah per-tahun, hampir 15 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Indonesia.

Di mata Susi, Indonesia adalah bangsa yang besar, kaya dan memiliki laut terpanjang nomor dua di dunia. Namun, ekspor yang dilakukan Indonesia hanya menduduki peringkat kelima di Asia Tenggara. Menurut Susi itu adalah ironi, dan Ironi tersebut merupakan pekerjaan besar yang harus diselesaikan.

Susi pun meminta maaf, jika selama ini cara-cara yang dilakukannya untuk memberantas illegal fishing membuat susah beberapa orang yang terbiasa dengan cara sebelumnya

“Kalau kita tidak merubah dengan cara yang radikal, cara yang fully commitment, istilahnya giginya tancap penuh. Tidak mungkin bisa, karena Indonesia sangat luas lautannya, juga luas persoalannya,” lanjut Susi berapi api.

Salah satu cara radikal yang Susi lakukan adalah, melalui TNI AL, meledakkan tiga kapal Vietnam di laut Natuna, Riau pada 5 Desember 2014. Hal itu dilakukan, karena kapal asing tersebut menangkap ikan secara ilegal, tak memiliki dokumen resmi penangkapan ikan di Indonesia.

Kepada I Radio Jakarta, Susi menceritakan percakapannya dengan presiden Joko Widodo saat dia ditunjuk untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Kepada presiden, ia menegaskan kalau presiden tidak setuju dengan caranya memberantas illegal fishing, ia yakin tidak akan bisa.

“Beliau bilang saya tidak minta pendapat siapa siapa. Semua orang menolak, tapi saya tetap saja ngambil, karena saya yakin dengan apa yang ibu punya,”

Presiden Joko Widodo pun mendukung penuh cara Susi, karena ia yakin bahwa Susi memiliki niat baik untuk memajukan kelautan dan perikanan Indonesia.

Manner is Matter

Susi memutuskan berhenti sekolah saat duduk di bangku SMA. Diakuinya, kedua orang tuanya sangat demokratis, tapi juga sangat memegang teguh tata krama dan disiplin. Misalnya, saat Susi kecil, ia harus rajin belajar, tidur siang, dan mengaji. Namun, di lain sisi ia diberi kebebasan untuk membaca buku apa saja, berpikir, dan menyampaikan pendapat.

“Termasuk saya keluar sekolah. Walaupun tidak setuju, ujung-ujungnya ya boleh saja,” kenang Menteri kelahiran 15 Januari 1965 ini.

Setelah menjadi Menteri, Susi menyadari kalau dirinya sering dianggap cuek, dan urakan oleh masyarakat karena merokok dan memiliki tato di tubuhnya. Namun, ia juga menyadari kalau para duta besar dari berbagai negara menyambut baik dirinya.

“Kan berarti kalau saya nggak punya etika, dan estetika kan tidak mungkin mereka welcome, tidak mungkin di sayang orang,” ujar wanita penyuka kucing ini.

Maka, Susi pun menyatakan kalau manner is matter. Selain itu, menjadi diri sendiri juga penting, karena menurutnya, being original adalah ciri khas.

Menurutnya meniru orang lain adalah hal yang biasa. Tapi menjadi diri sendiri ditambah dengan kejujuran, kerja keras, dan dibungkus dengan manner yang baik, mau bergaul dimanapun tidak masalah. «[teks[email protected]foto[email protected]]