Hanung Bramantyo: “Kartini adalah ABG yang nge-blog”

0
250
Hanung Bramantyo
Hanung Bramantyo

Kartini by Hanung BramantyoBegitu merebaknya film yang berbau nostalgia sejarah, seakan ingin mengingatkan kembali akan sosok sang pahlawan yang memiliki daya juang berpengaruh di kehidupan sekarang.

Setelah berkarya di film “Soekarno”, kini Hanung Bramantyo berkolaborasi dengan Robert Ronny dari Legacy Pictures, ingin mengangkat kembali sosok seorang pejuang wanita, melalui film “Kartini”.

“Kita [crew] siap menceburkan diri ke dalam pergolakan batin seorang perempuan. Karena itu, saya akan mengajak beberapa pihak untuk sharing dan memperdalam tokoh ini,” ujar Hanung Bramantyo pada awak media, di Club XXI Djakarta Theater Building, Jakarta, Selasa, 22 April kemarin.

Hanung terinspirasi ketika membaca buku karya Pramoedya Ananta Toer yang berjudul “Panggil Aku Kartini Saja”. Buku dengan judul yang cukup kontroversial ini, seakan seorang sosok Kartini ingin mempertegas tak ingin disebut dengan embel-embel “Raden Ajeng”.

Begitu kagumnya Hanung terhadap perjuangan Kartini yang “dipenjara” di dalam rumahnya sendiri. Dimana, pada akhirnya beliau selalu menuliskan keresahan hatinya melalui surat-surat yang ditulis.

“Perjuangan Kartini itu berumur dari 16 tahun sampai 24 tahun. Itu artinya, Kartini itu ABG. Dan, ini adalah perjuangan seorang ABG yang nge-blog,” tutur Hanung. “Dan dia menjadi icon atas curhatan-curhatannya,” ujar sutradara film Sang Pencerah itu lagi.

Sebelumnya, film Kartini pernah dibuat pada tahun 1982 oleh Sjuman Djaya. Hadi Priyanto, Kabag Humas Setda Jepara, mengatakan dari pihak keluarga Kartini sendiri, sosok “Kartini” yang ditampilkan tak begitu tergambarkan sepenuhnya di film tersebut.

Sedangkan menurut Hanung, sosok Kartini tak ditampilkan sepenuhnya dalam karya Sjuman Djaya. Kartini dalam potret tragedi yang terpenjara dalam rumahnya sendiri, kecerdasannya dimandulkan, dibuat tak berdaya dalam masa mudanya, hingga pada akhir hayatnya ia pun belum merasakan seperti apa menjadi “Ibu”. Hal inilah yang mendorong suami Zaskia Adya Mecca ini untuk kembali membuat film Kartini.

Adapun bocoran soal pemain film, Hanung Bramantyo menyebutkan sosok Dian Sastrowardoyo adalah orang yang tepat untuk menggambarkan seorang Kartini. Tentunya, lewat representasi Dian, diharapkan dapat menghantarkan khalayak untuk menonton film “Kartini”.

“Kita produksi Desember. Kita mungkin press confrence full cast and crew bisa jadi November,” papar Ronny.

Trailer teaser, Insyallah, bulan November. Doakan saja mudah-mudahan tidak kontroversial,” pungkas Hanung pada media dengan gaya santainya. «[teks[email protected] | foto @mirzablue]