Katarak, penyakit yang pasti diderita manusia

0
167

Katarak merupakan penyakit yang pasti terjadi di setiap manusia. Dilansir dari wikipedia, Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh, sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total. Bila tidak segera ditangani, katarak bisa menyebabkan kebutaan.

Penyebab
Munculnya katarak yang paling sering terjadi adalah karena usia, kemudian bisa juga karena herediter [faktor genetik], akibat penyakit lain seperti diabetes atau hipertensi, paparan sinar ultraviolet, dan bisa disebabkan karena trauma atau kecelakaan.

Namun kini penderita katarak yang berusia muda jumlahnya semakin meningkat. Menurut Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM (K) dari Jakarta Eye Center [JEC], Jakarta, hal itu karena ketidaktahuan mereka bahwa sinar ultra violet bisa mempercepat timbulnya katarak. Apalagi Indonesia sebagai negara tropis memiliki paparan sinar ultraviolet yang tinggi, dan masih banyak warga Indonesia yang menganggap remeh pemakaian kacamata dengan fitur protection UV yang baik. Sehingga kini jumlah penderita katarak di usia kepala 4 semakin meningkat.

“Kita no.3 di dunia untuk katarak, dan peringkat 1 di Asia Tenggara,” jelas Dr. Setiyo.

Gejala
Menurut Dr. Setiyo gejala yang umum terjadi pada penderita katarak adalah pandangan menjadi kabur, berkabut, dan bila dikoreksi dengan penggunaan kacamata, pandangan kabur atau berkabut itu tidak bisa hilang.

Pengobatan
Saat ini cara yang paling ampuh menyembuhkan katarak adalah dengan operasi. Salah satu tempat yang direkomendasikan yaitu di JEC.

“JEC secara konsisten terus menerapkan teknologi mutakhir dan mengembangkan kualitas teknologi operasi mata demi memberikan pelayanan terdepan kepada pasien, salah satunya penerapan teknik fakoemulsifikasi pada operasi katarak dengan teknologi Centurion dan selain itu juga teknologi Femtosecond Laser Cataract Surgery [operasi katarak tanpa pisau],” papar Dr Setiyo dalam acara Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis di JEC, Sabtu [25/04] kemarin.

Dengan menggunakan teknologi Centurion Dr. Setiyo menjelaskan efek sampingnya akan lebih minimal, dan hanya meninggalkan luka selebar 0,2 mm, sehingga hasil penglihatan lebih baik. Lama pengoperasiannya hanya 10-20 menit saja.

Pencegahan
Untuk meminamlisir semakin mudanya terkena katarak. Yang paling penting adalah, hindari sebanyak mungkin paparan dengan sinar UV atau ultraviolet. Khusus bagi para pekerja outdoor gunakan selalu pelindung UV yang terbaik.

Perawatan pasca operasi
Bagi pasien yang sudah melakukan operasi katarak, ia tidak akan terkena lagi. Namun perlu diperhatikan, setelah selesai operasi “Mata tidak boleh kena air minimal selama 3 hari, tidak boleh kena debu [gunakan selalu pelindung mata], kalau mau tidur gunakan juga pelindung mata [supaya tidak dikucek-kucek secara tidak sengaja saat sedang tidur], dan hindari mengangkat beban berat. Itu semua untuk menghidari komplikasi dan infeksi pasca operasi,” papar Dr. Setiyo menjelaskan lagi.

Sedangkan bagi pasien anak-anak agak lebih rumit lagi perawatannya. Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM dari JEC menjelaskan “Pasien anak perlu kita rangsang penglihatannya setelah operasi. Untuk itu biasanya kita terapi amblyopia atau terapi mata malas [salah satu mata lebih lemah dari yang lain, sehingga otak cenderung memilih gambar dari mata yang lebih tajam. Bila dibiarkan dapat mengakibatkan mata yang lemah itu kehilangan fungsi dan kemampuan normalnya]. Supaya penglihatan anak semakin mendekati kondisi normal seperti anak-anak lainnya, maka dibutuhkan kerjasama dari orangtua untuk kontrol ataupun mengawasi latihan-latihan anaknya di rumah.” « [teks @bartno | foto ccakidsblog.org]

SHARE