Ini detail album baru /rif yang digarap di studio Abbey Road

0
1173
/rif
/rif

Band /rif yang sudah malang melintang di blantika musik Indonesia selama 21 tahun meluncurkan single terbaru berjudul “Turn Off The Light”. Peluncuran single berbahasa Inggris tersebut didukung oleh berbagai media radio di seluruh Indonesia, dan untuk pertama kalinya, lagu “Turn Off The Light” diputar serentak pada 15 Mei 2015 lalu.

Dihari yang sama pemutaran serentak, band yang digawangi  Andy [vokal], Jikun [gitar], Maggi [drum], Teddy [bass] dan Ovy [gitar] ini pun  menyempatkan diri mampir ke Ghiboo, menceritakan proses album terbaru mereka.

Single “Turn Off The Light” merupakan salah satu lagu yang termasuk dalam album ke-9 /rif yang belum dirilis. Album ke-9 /rif ini terbilang istimewa, karena proses rekamannya dilakukan di studio Abbey Road yang berlokasi di London, Inggris.

Demi penggarapan album terbarunya, /rif berada di Inggris sejak tanggal 2-11 Maret 2015. Band asal Bandung ini pun bekerjasama dengan Trilogy Live untuk melakukan proses rekaman di studio Abbey Road.

Studio Abbey Road merupakan studio rekaman yang telah menghasilkan album-album dari sejumlah musisi tersohor dunia, seperti Adele, Oasis, Sting, Foo Fighters, dan The Beatles. Namun, /rif bukan satu-satunya musisi Indonesia yang melakukan rekaman di studio Abbey Road. Sebelumnya sudah ada band Gigi dan J-Rocks.

Adapun alasan /rif merekam album di studio bergengsi tersebut, untuk mendapatkan hasil rekaman berkualitas Internasional. Pasalnya, /rif berencana memasarkan album yang berisi delapan lagu berbahasa Inggris tersebut, ke Eropa dan Amerika.

“Kita senang album ini ditangani oleh engineer yang berkelas seperti Sam Okell. Kebanggaan buat kita bisa dikerjakan oleh engineer kelas dunia. Ia pun tentunya ingin hasil rekamannya tidak memalukan,” kata Andy  kepada Ghiboo, di gedung Sarinah, Jakarta 15 Mei 2015.

Sam Okell adalah mixing engineer di studio Abbey Road yang pernah memoles PJ Harvey, Foster The People, Counting Crows, dan mendandani scoring musik di film Harry Potter, The Lord of the Rings, dan Shrek 3. Selain itu, ia juga pernah terlibat proyek bersama gitaris Queen, Brian May.

Andy dan Jikun bercerita tentang komentar Sam Okell, yang merasa tidak sedang bekerja saat mengerjakan album /rif karena ia merasa terhibur dengan lagu-lagunya. Sam pun mengaku kepada /rif bahwa ia menyukai lagu-lagu di album ke-9 /rif. Selain bekerja, mereka juga saling bertukar pikiran.

Sebelum berangkat ke Inggris, /rif sudah mempersiapkan lagu-lagu yang akan direkam. Di Inggris, mereka mendapatkan pelajaran berharga, yaitu proses rekaman yang berjalan serba cepat. Alhasil, proses rekamannya sendiri hanya berlangsung selama tiga hari dengan cara live recording.

“Efisien waktu. Persiapannya tidak makan waktu lama. Professional banget melakukan itu, jadi tidak banyak waktu kita yang terbuang. Satu shift 10 jam itu sudah maksimal,”tambah Andy.

Andy juga mengatakan, walaupun proses rekaman yang biasa /rif lakukan di Indonesia tidak secepat di Inggris, tapi seluruh personel bisa menyesuaikan sistem kerja di studio Abbey Road.

“Karena kita pergi kesana, mental kita pun harus seperti itu. Itu dihadapi oleh orang-orang yang punya professionalitas luar biasa,” ucap sang vokalis lagi.

Seluruh personel /rif terlibat dalam penciptaan lagu. Jikun mengatakan, tidak ada orang di luar /rif yang terlibat. Menciptakan lagu-lagu berbahasa Inggris dirasa Andy sama saja dengan menciptakan lagu berbahasa Indonesia. Bahkan Ovy, sang gitaris merasa lagu-lagu berbahasa Inggris lebih mudah dibuat.

“Dalam bahasa Indonesia, harus memilih kata-kata supaya tidak berkesan cengeng atau alay. Kalau bahasa Inggris kan enggak,” kata Ovy.

Jikun mengungkapkan, jika album ke-9 /rif memiliki benang merah yang sama dengan album-album sebelumnya yang bergenre rock alternatif. Bedanya, album tersebut dikerjakan di Inggris oleh orang-orang Inggris. “Jadi kita kayak band yang lahir di Inggris,” ungkap Jikun.

Masing-masing personel /rif mengidolakan musisi Inggris. Walaupun belum ada kesempatan bertemu, mereka ingin suatu hari bisa bertemu sang idola. Contohnya, Teddy yang mengidolakan Steve Harris dan Ovy yang mengidolakan Paul McCartney.

Selain rekaman, di Inggris /rif menyempatkan diri untuk mengunjungi Buckingham, Camden High Street, dan Notting Hill. “Jalan jalan sekitar situ saja lah, kita bukan cowok jalan-jalan soalnya,” tutup Andy. [teks[email protected]foto[email protected]]

SHARE