Hasil survei tentang kesehatan kepada para profesional di Jabodetabek

0
132

surveiSebuah survei bernama ‘Jakarta Professional Health Index 2015‘ telah dilakukan beberapa waktu lalu oleh PT Cerebos Indonesia, penghasil produk suplemen BRAND’S Saripati Ayam. Tujuannya untuk mendapatkan fakta-fakta mengenai kebiasaan dan aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan kesehatan.

Survei dilakukan secara online kepada 1.000 responden di wilayah Jabodetabek, dengan detail sebagai berikut:

Usia: 25-45 tahun
Jenis kelamin: Pria dan Wanita
Socioeconomics status: A-B
Detail responden: Karyawan level staf [378 responden] dan karyawan level manager ke atas [622 responden].

Dan mungkin salah satu respondennya kamu, G-Readers. Ingin tahu seperti apa hasilnya, ini dia:

Frekuensi sarapan:

  • 9 dari 10 karyawan di Jakarta terbiasa sarapan setengah dari mereka sarapan setiap hari.
  • 69% karyawan di Jakarta merasa bahwa mereka telah mengkonsumsi sarapan yang sehat.
  • Roti adalah jenis sarapan yang paling sering dikonsumsi sehari-hari.
  • Karyawan wanita di Jakarta lebih sering tidak sarapan dibanding pria; karyawan pria cenderung merasa sarapannya sudah set dibanding karyawan wanita.
  • Semakin tinggi level pekerjaan, semakin mereka merasa bahwa sarapannya sudah sehat. Level staff hingga manajer merasa mereka telah mengkonsumsi sarapan sehat dengan makan roti, sedangkan level direktur mengkonsumsi sarapan sehat dengan makan buah-buahan.

 

Durasi perjalanan di hari kerja:

  • 6 dari 10 karyawan di Jakarta menghabiskan 2-4 jam per hari di perjalanan mulai dari ke kantor, urusan kantor, dan kembali ke rumah, terutama bagi mereka yang tinggal di Bodetabek. Durasi ini sangat lama dibandingkan durasi perjalanan di New York City, yang rata-rata pekerja menghabiskan 149 menit atau 2,5 jam setiap harinya berada di jalan.
  • 7 dari 10 karyawan di Jakarta mengaku bahwa kemacetan ibukota merupakan pemicu stres utama

 

Aktivitas di kantor:

  • 3 pemicu stres utama di kantor adalah deadline, load kerja yang banyak, dan atasan yang emosional atau tidak kooperatif. Karyawan level staff relatif merasakan efek yang seimbang dari ketiga hal tersebut sementara manajer dan direktur merasa lebih stress karena deadline.
  • 4 dari 10 karyawan di Jakarta mengaku mengobrol dengan rekan kerjanya adalah cara untuk menghilangkan stress di jam kerja, kebanyakan dilakukan oleh karyawan level staff.
  • 8 dari 10 karyawan di Jakarta melakukan lembur. Semakin tinggi level jabatan, semakin sering frekuensi lembur yang dilakukan.

Selanjutnya di halaman dua, ‘Gangguan yang Dialami’.

1
2
SHARE