Si kecil vegetarian, cukupkah nutrisinya?

0
70

Baru-baru ini New York Times menyoroti semakin banyaknya keluarga yang membesarkan anak-anaknya dengan pola makan vegetarian. Ada beberapa kekhawatiran terhadap obesitas, dan diet vegetarian dikaitkan dengan berat badan normal. Namun, apakah Cosmoners tahu bahwa ini adalah pilihan yang tepat dan sehat untuk tumbuh kembang anak?

Helen Wilcock, Ahli gizi Pediatri sekaligus anggota British Dietetic Association mengatakan bahwa memberikan pola makan vegetarian kepada anak merupakan hak orangtua. Namun, Helen menegaskan bahwa setiap orangtua harus memiliki pengetahuan yang cukup sebelum memutuskan untuk membesarkan anak dengan menjadi seorang vegan. Takutnya, gaya hidup vegetarian tersebut malah berisiko membahayakan anak. Termasuk risiko malnutrisi.

“Anak-anak vegan bisa mengalami kekurangan vitamin D, kalsium, zat besi dan vitamin B1, sehingga mereka membutuhkan bantuan asupan suplemen,” ungkapnya, seperti yang dilansir dari The Guardian.

Masalah lain yang kerap dialami anak-anak vegetarian adalah kurang energi. Cosmoners mungkin tahu bahwa makan yang cukup diharuskan untuk mendapatkan energi yang cukup, namun anak-anak biasanya tidak makan banyak, sehingga untuk mendapatkan kalori yang cukup akan sulit.

Banyak penelitian membenarkan bahwa menjadi vegetarian sejak kecil akan memberikan keuntungan saat anak beranjak dewasa, termasuk rendahnya risiko penyakit jantung, stroke dan penyakit ginjal. Jika Cosmoners menginginkan anak tumbuh sebagai seorang vegan, maka beberapa ahli kesehatan menyarankan untuk menunggu usia anak di atas 6 tahun untuk memulai pola makan vegetarian. Perlu diperhatikan pula asupan bagi anak perempuan yang mengalami puber di mana mereka membutuhkan kadar zat besi. [foto yesvegetarian.com]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE