Yuk mulai mengelola kalori lewat minuman

0
128

Kelebihan kalori dalam tubuh akan diubah menjadi cadangan makanan berupa lemak. Karena itu G-Readers perlu mengatur pola asupan kalori yang benar, sehingga jumlah kalori yang dikonsumsi seimbang dengan jumlah kalori yang dibakar tubuh.

Lalu apa itu pola konsumsi yang seimbang. Dilansir dari Beverage Institue Indonesia.org, Pola konsumsi yang seimbang adalah yang memenuhi kebutuhan nutrisi secara keseluruhan dan tidak melampaui kebutuhan energi. Kuncinya adalah mengetahui seberapa sering dan seberapa banyak makan dan minum, lalu menentukan jumlah kalori dan ukuran porsi yang tepat.

Misalnya, orang yang suka minuman berpemanis gula namun juga ingin mengawasi kalorinya dapat memilih ukuran porsi yang lebih kecil atau memilih minuman berpemanis rendah dan tanpa kalori.

Sebuah penelitian menyarankan bahwa dengan pendekatan ‘langkah kecil’ untuk mengurangi asupan energi dan meningkatkan aktivitas fisik, bisa efektif mencegah penambahan berat badan.

Berikut ‘langkah kecil’ yang dapat G-Readers lakukan untuk mengelola kalori dari minuman:

1. Lakukan perbandingan. Bandingkan label makanan untuk jumlah kalori per sajian dan ukuran sajian [bisa gunakan tabel perbandingan kalori minuman di bawah ini].

2. Bijak menentukan porsi. Menurunkan ukuran kemasan dan wadah minuman untuk dibagi atau memilih kemasan sajian tunggal dengan kandungan 100 kalori atau kurang per wadah dapat membantu menjaga kalori tetap terkendali.

3. Lakukan peralihan hemat kalori yang mudah. Beralih ke minuman ringan yang rendah atau tanpa kalori dapat menghemat 100 kalori per 240 ml atau lebih. Semua pemanis rendah dan tanpa kalori yang boleh digunakan pada makanan dan minuman di Amerika Serikat telah diteliti secara luas dan aman bagi setiap orang, termasuk anak-anak serta perempuan hamil dan menyusui. Satu-satunya pengecualian adalah anak yang lahir dengan kelainan genetik langka yang disebut dengan fenilketonuria [PKU], yakni kondisi tubuh tidak dapat memetabolisasi asam amino fenilalanin dan harus membatasi dengan amat ketat semua makanan berprotein serta pemanis aspartam, karena mengandung bahan tersebut.

4. Jaga nutrisi, kurangi kalori. Tetap minum susu dan jus, tetapi beralihlah ke susu rendah lemak untuk menghemat 50 hingga 60 kalori per 240 ml. Jus jeruk 100% memiliki sekitar 120 kalori per 240 ml, namun juga mengandung asam folat, vitamin C dan gizi penting lainnya. American Academy of Pediatrics [AAP – Akademi Pediatri Amerika] menyarankan anak-anak mengonsumsi tidak lebih dari satu porsi saji jus buah per hari.

Berikut tabel perbandingan kalori minuman yang dikutip dari Beverage Institue Indonesia.org.

 

 

Air dan Minuman Air Kalori/oz Kalori/8 oz
Air dalam kemasan 0 0
Air PDAM / Ledeng 0 0
Air berkarbonisasi 0 0
Air tonik 10 80
Jus 100%
Jus apel 15 120
Jus wortel 12 96
Jus anggur 19 152
Jus jeruk Bali merah / putih 12 96
Jus lemon 6 48
Jus limau 6 48
Jus jeruk 14 112
Jus nanas 17 136
Jus tomat 5 40
Minuman Jus
Koktail jus kranberi 17 136
Minuman jus punch buah 16 128
Minuman jus anggur 18 144
Minuman lemon 13 104
Minuman lemon encer 1 8
Minuman jus jeruk encer 7 50
Minuman jus jeruk 17 136
Koktail jus sayur 6 48
Susu
Susu murni 18 144
Susu 2% 15 120
Susu 1% 13 104
Susu tanpa lemak 11 88
Susu cokelat 2% 24 192
Minuman kedelai
Susu kedelai 16 128
Minuman ringan
Kola 11 88
Kola diet 0 0
Kola kalori sedang 6 45
Ale jahe 10 80
Soda lemon-limau 13 104
Krim soda 16 128
Teh
Teh seduh 0 0
Teh instan diet 1 8
Teh siap saji dengan gula 12 96
Teh siap saji tanpa pemanis 0 0
Kopi & Minuman Kopi
Kopi seduh 0 0
Latte, susu tanpa lemak 10 80
Latte, susu murni 17 136
Minuman Olahraga
Minuman olahraga 8 64
Minuman olahraga tanpa kalori 3 24
Minuman Energi
Minuman energi 14 112
Minuman energi bebas gula 2 12
Alkohol
Bir 15 117
Bir ringan 11 81
Anggur merah 25 200
Anggur putih 24 192
SHARE