Hati-hati demensia lebih banyak menyerang wanita

0
100
foto: mirror.co.uk

Alzheimer’s Disease International (ADI) memprediksi sekitar 135 juta orang akan terkena penyakit demensia pada 2050 mendatang di mana sebanyak 71 persen diantaranya hidup di negara-negara pendapatan rendah dan menengah (LMICs).

Mirisnya, sebagian besar penderita demensia tersebut adalah kaum perempuan, yang kelak akan dirawat di rumah dan kemungkinan besar dirawat oleh kerabat perempuannya.

“Kenyataannya lebih banyak perempuan hidup dengan demensia, lebih banyak perempuan sebagai caregiver dan lebih banyak perempuan yang terlibat dalam perawatan kesehatan dan tenaga kerja sosial. Inisiatif kebijakan penanganan demensia akan berdampak pada wanita berbeda dari laki-laki dan semua pembuat kebijakan perlu menyadari hal ini,” ujar Direktur Studi Demensia Universitas of Worcester, Profesor Dawn Brooker, seperti yang tertulis dalam press release yang diterima Cosmo.

Berbicara tentang demensia, mungkin banyak dari Cosmoners yang belum terlalu familiar dengan nama penyakit ini. Demensia merupakan suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran.

Kondisi ini ditandai dengan keadaan Cosmoners menjadi lebih sering lupa, keliru, sulit fokus, perubahan kepribadian dan emosi yang naik turun. Namun, penyakit ini berbeda dengan kepikunan lho, Cosmoners.

Orang pikun biasanya mengalami lupa hanya pada detil, sementara penderita demensia bisa mengalami lupa pada apa yang terjadi pada dirinya. Demensia bukanlah bagian dari proses penuaan, melainkan timbul akibat terjadi kerusakan progresif pada sistem saraf.

Namun tenang, Cosmoners. Demensia bisa dicegah! Intinya, Cosmoners harus menjalani gaya hidup sehat, seperti tidur cukup, menghindari junk food dan alkohol, hingga menjaga stres. Yuk, mulai aware dengan kesehatan tubuh dan otak Cosmoners mulai dari sekarang!

Sumber:

Cosmopolitan

 

 

SHARE