Putri Pangeran William – Kate dibaptis

0
417
foto: dailymail.co.uk

Kabar seputar Kerajaan Inggris memang selalu berhasil menarik perhatian masyarakat Inggris, dan mungkin juga Anda, Cosmoners.

Minggu lalu (5/7) waktu setempat, Putri Charlotte telah dibaptis di kompleks kediaman Ratu Elizabeth di Sandringham, Norfolk, Inggris Timur.

Pembaptisan putri berusia 9 minggu ini ternyata melelehkan hati masyarakan Inggris, sehingga banyak di antara mereka berkumpul bahkan menginap di sekitar gereja untuk melihat keluarga kerajaan ini.

“Ini merupakan suatu peristiwa yang menyenangkan dan saya ingin menjadi bagiannya,” ungkap salah satu masyarakat Inggris yang hadir, seperti yang dikutip dari Mail Online.

Dalam prosesi pembaptisan ini, Kate Middleton tampak anggun mengenakan gaun putih sambil mendorong kereta dorong Putri Charlotte. Sementara Pangeran William tampak rapi dengan setelah jas sambil menggandeng Pangeran George. Ini adalah kali pertama keluarga William tampil di depan umum secara lengkap.

Prosesi pembaptisan dalam Kerajaan Inggris ternyata ada tradisinya lho, Cosmoners. Seperti kakaknya, Putri Charlotte dibaptis mengenakan replika gaun pembaptisan tradisional kerajaan yang terbuat dari satin dan renda dengan detil yang sangat rumit.

Gaun pembaptisan pertama kali ini dibuat untuk anak perempuan tertua Ratu Victoria, Putri Victoria, di tahun 1841. Dan telah dipakai oleh semua bayi kerajaan hingga tahun 2008.

Selain itu, dalam tradisi kerajaan, air yang digunakan untuk pembaptisan adalah air suci yang diambil dari Sungai Jordan. Sungai ini diyakini sebagai tempat Yesus dibaptis oleh Yohanes Sang Pembaptis.

Dalam pembaptisan ini, semua keluarga Kerajaan Inggris dan keluarga Middleton tampak hadir. Pihak kerajaan juga mengumumkan telah memilih lima wali baptis untuk sang putri.

Gereja St. Mary Magdalene di Sandringham yang menjadi gereja pembaptisan terletak di dekat kediaman William dan Kate di Anmer Hall. Mendiang Putri Diana juga dibaptis di gereja ini di tahun 1961. Upacara pembaptisan yang dilakukan secara tertutup ini dipimpin oleh Uskup Agung Canterbury Justin Welby.

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE