Enno Lerian buktikan kedewasaan musik lewat single perdana

0
199
Enno Lerian
Enno Lerian
Enno Lerian
Enno Lerian

G-Readers yang melalui masa kecil di tahun 90-an, pasti tahu dengan sosok Enno Lerian. Ya, nama Enno melejit bersamaan dengan hits lagu anak-anak yang ditembangkannya. Sebut saja, lagu “Si Nyamuk Nakal”,”Semua Ada Disini”, “Du Di Dam”, dan masih banyak lainnya.

Eits...cukup nostalgianya. Lupakan sosok Enno Lerian dengan hits lagu anak-anaknya, karena kini ia kembali ke industri musik dengan pendewasaan musik.

Selang 17 tahun, setelah merilis album anak-anak terakhir, Tepuk Tangan [1998], bulan Mei lalu akhirnya Enno meluncurkan single perdananya sebagai penyanyi dewasa, bertajuk “Karena Cintaku Kamu”.

Single yang diciptakan Abdul [Coffee Theory] tersebut, mengusung musik Pop bertempo medium, dan lirik cinta yang lugas dan ringan. Kepada Ghiboo, Enno pun mengaku jika single perdananya ini sangat sesuai dengan keinginannya, setelah lama menghilang dari dunia yang sudah membesarkan namanya.

“Dari awal kita brainstorming, kita memang udah nentuin, musiknya pop, easy listening, makanya kita milih Abdul.¬†Enno itu kan orang lama, dulu penyanyi cilik, jadi kita berharap pendengar nerima dulu, jangan berat-berat lagunya,

“Aku bicara sama Abdul mau lagunya gimana, dan dia lihat aku dan anak-anakku terciptalah lagu ini. Dan, hasilnya sesuai dengan harapan,” jelas penyanyi kelahiran Bandar Lampung, 8 Oktober 1983 ini.

G-Readers sudah dengar lagu “Karena Cintaku Kamu”? Coba deh kulik lagunya, apa yang dibilang Enno, dengan musik easy listening memang terbukti. Musik pop sedikit ceria yang dihadirkan bisa bikin kamu bergoyang sambil melakukan aktivitas, dan nggak membosankan bila didengarkan berulang kali.

“Musiknya pop dan sesuai masa kini. Pop-nya serulah, nggak pop yang polos. Kalau dengerin lagu ini musiknya seru. Walaupun gue nggak semuda dulu, minimal range musik ini nggak tua juga, tapi anak muda masa kini bisa nikmain. Musik Indonesia kan sekarang beragam,” tambah Enno.

Tema lagu yang dipilih Enno juga nggak jauh-jauh bicara soal cinta. Dan, memang tema lagu ini paling mudah diterima pendengar musik tanah air. Ibu dari dua anak ini pun, menceritakan isi dari lagunya tersebut.

“Cinta yang didapatin seseorang, yang membuat hidup dia lebih tenang, nggak khawatir, istilahnya sudah mantap. Ini gue banget, ini menggambarkan hidup gue. Bahagia dengan suami, anak yang satu lagi lucu-lucunya, dan yang satu lagi sudah mau besar, sudah di titik itu, gue nggak khawatir lagi tentang apapun. Up and down sudah dilewati, seperti lagu ini,” ucapnya lagi.

Perjuangan Enno keluar dari imej penyanyi cilik

Rehat selama 17 tahun, dan kembali dalam kondisi industri musik yang sudah maju, serta tak lepas dari invasi penyanyi pendatang baru, menjadi tantangan bagi Enno Lerian dalam memperkenalkan diri sebagai penyanyi dewasa.

Enno Lerian
Enno Lerian

Tak hanya itu, Enno juga membagikan cerita bagaimana ia jatuh-bangun berusaha kembali ke industri musik, namun gagal berkali-kali karena imej penyanyi cilik yang tak bisa lepas dari dirinya.

Terhitung, sejak tahun 2001 Enno pernah berusaha kembali hadir sebagai penyanyi, namun gagal. Tak menyerah, ia mencoba lagi di tahun 2003 dengan mengusung genre alternative pop, dan merekam 8 lagu, tapi itu tak cukup. Enno pun gagal lagi.

Peruntungannnya kembali ia coba di tahun 2005 dan 2008, tapi masih gagal kala itu. Sampai akhirnya tahun 2014 menjadi moment yang tepat dan jalan terbuka baginya, meski tanpa harus berdiri dengan bendera label, alias independen.

“Untuk keluar dari imej sebagai penyanyi cilik itu susahnya luar biasa. Kalau gue masih di imej itu terus, gue nggak akan maju, dan nggak bisa menghasilkan karya yang sekarang. Gue menyadari lepas dari tahun 1998 sampai gagal berkali-kali kendalanya karena imej penyanyi ciliknya kental banget, yang buat gue susah maju ke genre musik dewasa,” ungkap pemeran di film Bajaj Bajuri The Movie ini.

Setelah berhasil melewati masa gagal berkali-kali, tantangan Enno untuk kembali adalah meyakinkan dirinya sendiri dari segala rasa takut.

“Ngeyakinin diri sendiri itu tantangannya. Apalagi udah up and down berkali kali, terus ditolak label dan produser. Jadi pas mulai rilis lagu itu memantapkan diri lagi.”

Untuk segala usahanya, Enno pun menyampaikan harapan karir musiknya, dengan imej baru.

“Berharap lagu ini diterima dengan baik, dan bisa bertahan. Imej penyanyi cilik sudah berganti menjadi imej seorang ibu muda, yang sudah dewasa, enerjik, apa adanya, dan masih punya mimpi. Semoga masyarakat suka,” tutup Enno. [teks @DonT_D4 | foto @mirzablue]

SHARE