Penjahat kejam musuh Donnie Yen di Kung Fu Jungle, menceritakan kisahnya

0
431
Donnie Yen dan Wang Bao Qiang
Wang Bao Qiang
Wang Bao Qiang

Kung Fu Jungle adalah sebuah film bergenre action thriller yang disutradari oleh Teddy Chan dan dibintangi aktor kenamaan Donnie Yen, yang tentunya kehebatan aksi laganya pernah G-Readers lihat dalam film IP Man atau film action lain yang dibintanginya.

Dalam perannya di Kung Fu Jungle ini, Donnie Yen memerani tokoh Hahou Mo, seorang ahli beladiri dan instruktur beladiri polisi yang ditahan karena membunuh lawannya dalam sebuah pertandingan. Tiga tahun kemudian, pembunuh kejam yang diperankan Wang Bao Qiang mulai membantai semua pensiunan master beladiri yang dikenal Hahou Mo. Dengan mengetahui siapa target yang akan dibunuh selanjutnya, Hahou Mo meminta balasan kebebasan bila ia berhasil membantu polisi menangkap pembunuh kejam itu.

Film ini rilis pertama kali di acara ke-58 BFI London Film Festival, 12 Oktober 2014, dan kemudian ke publik Hong Kong dan China di akhir Oktober 2014. Dan dalam Hong Kong Film Award [19 April 2015] Kung Fu Jungle mendapatkan penghargaan sebagai ‘Best Action Choreography‘.

Serunya, kami berhasil mewawancarai penjahat kejam dalam film ini, Wang Bao Qiang, yang ternyata ini adalah film action seru pertamanya. Sebelumnya, peran yang berbau komedi yang paling sering dilakoninya. Kung Fu Jungle sendiri akan tayang pertama kali di layar kaca di salura berbayar Celestial Movies, Minggu, 12 Juli pukul 20.00 WIB.

Dan berikut petikan wawancara kami:

Q: Film “Kung Fu Jungle” membuka jalan yang berbeda untuk mantan komedian seperti Anda. Apakah Anda pernah merasa khawatir akan meninggalkan kesan stereotype yang berbeda kepada penonton?

Saya senang peran komedi sebelumnya telah dikenali oleh para penonton. Tapi jika saya terus bermain di dunia komedi, hal ini bisa menimbulkan kesan stereotype. Bagi saya, aktor harus bisa mencoba peran yang berbeda. Selain itu, tampil di film laga juga sudah menjadi impian saya. Semua ini sebuah pengalaman baru bagi saya. Saya kembali pada medan lama saya.

Q: Apakah transisi ini hanya kebetulan? Atau Apakah sebelumnya Anda pernah berpikir melakukan transisi ini?

Saya rasa ini belum sepenuhnya transformasi, lebih pada seperti kesempatan saya untuk menunjukkan kepada penonton sisi lain dari saya.

Q: Apa Anda akan mengurangi peran komedi dan lebih banyak mengambil peran aksi laga untuk saat ini?

Selama itu dapat mencapai tujuan hidup saya, saya tidak akan khawatir. Jika ada naskah yang bagus, mungkin saya akan tetap mengambil peran itu baik komedi atau genre lain.

Q: Apakah Donnie Yen yang merekomendasikan Anda kepada sutradara Teddy Chan. Sebab, 10 tahun yang lalu, Anda pernah bertemu dengan Teddy Chan, ia tidak pernah berpikir bahwa Anda pantas memerani peran di dalam filmnya? Namun sekarang, Anda telah mendapat peran di dalam filmnya, bagaimana rasanya?

Sebuah kehormatan dapat bekerja dengan Teddy Chan. Saya sangat gembira dapat berakting diluar dari naskah yang sebenarnya cocok untuk saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada sutradara dan Donnie Yen untuk kesempatan ini. Saya selalu ingin tampil di film aksi laga. Ini seperti impian Kungfu saya menjadi kenyataan.

Q: Kami dengar sebelum mengambil peran dalam “Kung Fu Jungle”, Anda berencana berhenti latihan seni bela diri, mengapa? Apakah Anda masih latihan sampai sekarang? Atau Anda memiliki tujuan lain?

Ya, saya lebih baik berkecil hati saat ini, karena saya tidak pernah mendapatkan bagian di dalam film aksi laga. Saya masih belajar seni bela diri sampai sekarang untuk meningkatkan rasa percaya diri dari “Kung Fu Jungle”. Saya harap saya dapat berakting di film aksi laga lainnya di masa akan datang dan mencoba beberapa peran lainnya.

Q: Adakah pengalaman tak terlupakan atau pengalaman ekstrim selama proses syuting?

Jelas sekali saat bagian ketika saya harus melatih otot perut. Pertama saya harus menaikkan berat badan lalu saya harus berusaha merubah badan gemuk saya menjadi otot. Setelah otot terbentuk saya masih harus mengonsumsi vitamin, protein dengan diet yang amat sangat ketat, ditambah 5 jam olahraga setiap hari, mulai dari 35 hari sebelum film di mulai. Sangat melelahkan tapi hasilnya sangat memuaskan.

Q: Di film ini, Anda berperan menjadi musuh yang tak tertandingi dan menjadi gila. Di dunia nyata, apakah ada sesuatu yang membuat Anda terobsesi? Apa Anda juga menilai menang dan kalah dalam banyak hal?

Saya rasa memutuskan mengambil bagian di film aksi laga bisa dihitung sebagai obsesi, dan film ini mewujudkan mimpi saya. Saya tidak menilai dari menang atau kalah. Tapi kapan pun ketika saya sudah membuat sebuah janji kepada seseorang atau diri sendiri, saya akan mencoba berusaha melakukan yang terbaik.

Q: Di sebuah pertemuan media, Anda pernah menyebutkan bahwa Anda telah menemukan diri Anda pada sebuah peran di film “Monk Comes Down the Mountain” mengapa? Anda bisa jelaskan alasannya? Anda sudah menjadi aktor selama bertahun-tahun, pernahkan Anda merasa jatuh?

Saya merasa seperti terlahir kembali pada karakter ini. Penampilan saya sebelumnya sangat jelas, tapi karakter ini mengalir di dalam darah saya. pengalaman karakter itu hampir mirip dengan saya. Saya tumbuh di sebuah Biara Shaolin juga, dan kemudian saya turun dari gunung dan pergi lebih dahulu ke industri hiburan. Dan persamaan di banyak hal lainnya. Bahkan kami terlihat memiliki kepribadian yang sama.

Sebagai seorang aktor, kita harus tetap menjaga penampilan yang baik untuk penonton. Istilah seperti “Jika hal itu digunakan secara benar, akan menjadi keuntungan. Jika digunakan secara salah, hal itu akan menjadi berbahaya” / “The water that bears the boat is the same that swallows it up”. Kita harus selalu bersikap rendah hati dan terus meningkatkan diri kita sendiri.

Q: Anda akan menyutradarai film pertama Anda “Da Nao Tianzu” tahun ini, sementara Anda juga akan berperan sebagai pemain utama protagonis. Dapatkah Anda ceritakan bagaimana proses nya sampai saat ini? Apa antisipasi dan ambisi Anda pada film ini? Seberapa sulitnya menembus klise “Journey to the West”?

Tentu saja saya berharap semua orang akan menyukai film ini, dan di sini saya tidak hanya menjadi seorang aktor tapi juga sutradara. Ini adalah versi modern film “Journey to the West”. Kami mendapatkan banyak sekali inspirasi dari buku, tapi di waktu yang bersamaan hal itu juga menjadi sebuah cerita baru yang lengkap. Saya percaya dapat membawa persepsi dan interpretasi kepada penonton.

Q: Anda mengambil bagian di beberapa acara reality show, apakah Anda merasa nyaman?

Saya nyaman berada di dalam acara reality show. Reality show berbeda dengan akting yang sesungguhnya, saya bisa secara mudah menjadi diri sendiri dan santai. “Takes a Real Man” salah satu impian saya untuk menjadi seorang tentara. Dan banyak belajar dari hal itu.

Q: Anda kembali mengambil peran di “Takes a Real Man” walaupun Anda pernah terluka, Apakah istri dan anak Anda merasa khawatir? Bagaimana dengan pergelangan kaki Anda sekarang? Apa Anda juga merasa khawatir?

Istri dan anak-anak saya sangat amat khawatir pada saya, tapi saya telah berjanji kepada mereka bahwa saya harus ekstra hati–hati. Mereka akan mengerti pada semangat saya untuk kembali berpartisipasi di “Takes a Real Man”. Luka saya sudah sembuh dengan baik. Awalnya saya sedikit khawatir dengan hal itu, tapi selama proses pemulihan saya tidak perlu khawatir lagi. Terima kasih atas perhatian Anda. « [teks @bartno | foto dok. Celestial Movies]

SHARE