Perusahaan gamelan turun-temurun Bapak Supoyo

0
285

Indonesia mempunyai berbagai macam alat musik tradisional. Salah satunya adalah gamelan. Gamelan merupakan produk budaya untuk memenuhi kebutuhan manusia akan kesenian. Gamelan berasal daripada perkataan gamel (Jawa Kuno) yang bermakna bermain, dipukul atau palu untuk menghasilkan bunyi-bunyian.

Jika dilihat, gamelan ini cukup indah dengan lekuk dan tombol yang menarik. Gamelan banyak dimainkan ketika adat istadat di istana raja, persembahan kuda kepang, barongan, dan berbagai persembahan kebudayaan nusantara lain. Akan tetapi, membuatnya tidak semudah yang disangka dan bukan sebarangan orang boleh membuka ‘kilang’ gamelan ini.

Salah satu tempat produksi gamelan yang masih ada saat ini berada di Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo. Usaha ini sudah berdiri sejak tahun 87 dan pemiliknya adalah Bapak Supoyo. Beliau mendirikannya secara turun-temurun sejak 29 tahun silam. Sebelum menggeluti dunia pembuatan gamelan, bapak yang berumur 57 tahun ini telah mempelajari gamelan sejak kecil dengan kedua orangtuanya.

Ayahnya yang bernama Sudokir Resowiguno adalah seorang pembuat gamelan, meskipun begitu ia tidak segan untuk mencoba belajar dari awal. Ketekunannya dalam produksi ini membuatnya mampu memahami segala macam proses pembuatan gamelan.

Gamelan Bapak SupoyoDalam proses pembuatan gamelan khususnya gong dilakukan oleh 7 orang. Cara pembuatannya yaitu dengan melebur bahan timah dan tembaga kemudian dicetak dan setelah itu dipukul menggunakan palu besar sampai membentuk sebuah gong. Hal itu dilakukan berkali-kali sampai gong yang dibuat benar-benar sudah sesuai dengan yang diinginkan.

Dalam proses produksi, perusahaan gamelan bapak Supoyo dapat membuat satu sampai 2 gong dalam sehari tergantung pemesanan. Pesanan biasanya datang dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Bandung dan Bali, juga luar negeri, yang biasanya datang dari Australia dan Malaysia.

Harga satu set gamelan bisa mencapai 300 juta rupiah, untuk gamelan kelas satu seharga 350 juta rupiah, sedangkan untuk gamelan kelas super seharga 400 juta. Meskipun kelas super sangat mahal, tetapi banyak konsumen yang memilih kelas super karena kualitasnya lebih baik. « [teks & foto @gerilaksamanaaa]

SHARE