Latih kedisipilinan anak tanpa memukul dan membentak

0
117
foto: inspiringwomen.co.za

Banyak orangtua yang stres untuk mengontrol perilaku nakal anak-anaknya. Akibatnya, tak jarang mereka berteriak bahkan memukul anaknya.

Ingat Cosmoners, berteriak atau memukul mencerminkan kurangnya kontrol dalam diri Anda, dan anak-anak akan mengingat bahwa marah merupakan cara yang tepat untuk mengekspresikan frustasi.

Sebagai orangtua, disiplin bukan sekedar menghukum tetapi juga mengajarkan anak untuk berperilaku yang sesuai. Disiplin pada anak bisa dimulai dengan melakukan beberapa hal berikut ini.

Beri penjelasan yang jelas
Sebagai orangtua, Cosmoners harus bisa menjelaskan konsekuensi dari perilaku anak. Anak juga harus memahami apa yang terjadi jika ia melanggar aturan yang sudah disepakati. Dengan cara ini, anak akan belajar bahwa tindakannya menimbulkan hukuman.

Hindari hukuman fisik, Cosmoners. The American Academy of Child and Adolescent Psychiatry (AACAP) menyarankan agar orangtua memberikan hukuman yang masuk akal dan berkaitan dengan aturan yang dilanggar. Misalnya, jika aturan tersebut “tidak boleh menonton TV sebelum menyelesaikan PR”, maka konsekuensi ketika anak melanggarnya adalah anak tidak boleh menonton TV selama satu hari di berikutnya.

Konsisten
Jadilah orangtua yang konsisten. Perilaku Cosmoners yang tidak konsisten saat menegakkan kedisiplinan justru akan membuat anak bingung. Pada gilirannya, mereka tidak mau mengikuti aturan atau perintah Cosmoners. Yakinlah pada apa yang Anda lakukan. Jika Anda percaya pada apa yang Anda ajarkan itu benar, maka anak-anak juga akan menjadi percaya.

“Anak-anak berusia 2-3 tahun bekerja keras untuk memahami bagaimana dampak perilaku mereka terhadap orang-orang di sekitarnya. Jika reaksi atau respons Anda selalu berubah-ubah (kadang tegas atau kadang cuek), anak juga akan menerima pengajaran yang bercampur-aduk,” ungkap Claire Lerner.

Jangan terpancing emosi
Memang sulit untuk tetap tenang ketika anak Anda menolak untuk menyikat giginya sebelum tidur. Namun, jika Cosmoners berteriak dan marah-marah, pesan yang ingin disampaikan justru tidak akan sampai.

“Ketika seorang anak dibanjiri suasana hati negatif orangtuanya, dia hanya akan melihat emosi dan tidak akan mendengarkan apa yang Anda katakan,” jelas William Coleman, MD, profesor pediatri di University of North Carolina Medical School, di Chapel Hill.

Ajarkan empati
Anak Anda kerap membuat adiknya menangis karena rebutan mainan? Panggil anak dan minta ia untuk meminta maaf. Cobalah menyuruh anak untuk menatap mata adiknya dan minta ia untuk menyesal telah mengambil mainan adik.

Untuk kasus seperti ini, Cosmoners harus bisa berbicara dengan baik kepada anak sehingga membantunya memahami maksud dari tujuan tersebut. Masalah ini bukan tentang sekedar minta maaf biasa tetapi membantu anak untuk mengerti perasaan dan emosi yang dialami orang lain terhadap perbuatannya.

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE