Kenali bahaya anak menonton TV tanpa didampingi orangtua

0
147
foto: gigaom.com

Liburan kenaikan kelas awal bulan ini memang panjang. Sayangnya, Cosmoners tak bisa mengajukan cuti untuk mengambil liburan bersama Si Kecil. Akhirnya, anak-anak hanya menghabiskan waktu di rumah dengan menonton TV atau DVD.

Ssstt… coba mulai perhatikan perubahan sikap Si Kecil, Cosmoners. Pasalnya, kebanyakan nonton TV justru memberikan efek buruk bagi tumbuh kembang Si Kecil. Sudah banyak penelitian membuktikan bahayanya TV bagi buah hati Anda. Berikut penjelasannya.

1. TV buat prestasi sekolah anak menurun
Hanya segelintir program acara anak-anak yang mengajarkan keterampilan seperti matematika, membaca, ilmu pengetahuan dan sebagainya. Sebagaian besar acara anak-anak di televisi adalah kartun yang kurang mendidik. Mirisnya, program televisi di negara kita kebanyakan diisi dengan sinetron.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa TV mengurangi waktu anak-anak untuk membaca. Anak-anak usia pre-school yang menonton kartun dan program TV lainnya cenderung tak bisa membaca dengan lancar di usia 5 tahun. TV juga membuat anak malas membaca buku.

Yang lebih parah, TV merusak konsentrasi belajar anak Anda, Cosmoners. Anak-anak yang kebanyakan menonton TV mengalami kesulitan memperhatikan penjelasan guru di dalam kelas karena terbiasa dengan stimuluasi visual TV. Duh!

2. TV membuat anak rentan di-bully
Sebuah studi baru dari University of Montreal menunjukkan bahwa anak-anak yang menghabiskan waktu berjam-jam menonton TV lebih mungkin mengalami bullying saat duduk di kelas 6.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics menungkapkan bahwa setiap tambahan 53 menit anak menonton TV, maka diprediksi terjadi kenaikan 11 persen kemungkinan anak-anak diintimidasi oleh teman-temannya.

3. TV membuat anak menjadi nakal
Mungkin anak Cosmoners hanya menonton kartun, namun Cosmoners tak tahu apa isi kartun tersebut. TV terkadang mengekspos pengaruh negatif dan mempromosikan perilaku negatif. Program acara dan iklan di TV juga menunjukkan aksi kekerasan, alkohol, seks bebas hingga penggunaan narkoba.

Tanpa disadari tontonan ini membentuk kesan awal terhadap anak, sekaligus mempengaruhi perilakunya. Penelitian selama 20 tahun telah membuktikan bahwa anak-anak yang terpapar acara TV yang penuh dengan kekerasan cenderung berperilaku agresif ketika mereka dewasa.

Studi lain yang dilakukan Millenium Cohort Study turut membuktikan bahwa anak-anak yang menonton TV, video atau DVD lebih dari 3 jam dalam sehari memiliki risiko tinggi masalah perilaku, gejala emosional dan masalah hubungan dengan anak-anak seusianya.

Yuk, mulai mengatur jatah menonton TV pada anak. Jangan sampai TV memberikan pengaruh buruk bagi Si Kecil.

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE