Host The Paranormal Zone, Li Kim, cerita mengenai mistis Jawa

0
426
Li Kim

Musim ke-3 The Paranormal Zone masih berlangsung di channel berbayar SyFy yang tayang setiap hari Senin, pukul 21.50 WIB. Pada season 3 ini, ada episode khusus yang membahas mengenai hal gaib di Jawa.

The Paranormal Zone adalah sebuah investigasi terhadap kejadian aneh yang berhubungan dengan alam gaib, untuk mendapatkan pengertian tentang apa yang terjadi.

Pada season 3, pemandu acaranya, Li Kim, bercerita mengenai hal-hal gaib di Jawa, dan mengenai acara TV ini yang telah membawanya ke banyak tempat di Asia.

Host The Paranormal Zone

Bagaimana kamu terlibat di Paranormal Zone?
“Secara pribadi saya selalu mengerti dan menerima bahwa ada hal-hal di luar apa yang bisa kita lihat. Dan filosofi saya adalah ‘I don’t disturb you, you don’t disturb me’. Lalu di 2009, saya mulai melakukan perjalanan spiritual, bukan sebagai arwah atau hantu, tetapi perjalanan spiritual dalam agama, memahami Buddhism. Dan dalam proses itu saya bertemu guru spiritual, Tsem Tulku Rinpoche ke-25.

“Pada suatu sore di tahun 2011 Rinpoche mengatakan kepada saya tentang alam yang berbeda, ranah yang tak terlihat tetapi ada. Dan itu sangat menarik dan kami mulai berbicara tentang aktivitas paranormal. Kami bicara mengenai orang yang kerasukan, dan dari perbincangan ini menjadi sebuah pelajaran mengapa orang takut dengan yang tak terlihat.

“Dari situ The Paranormal Zone lahir, yang merupakan serial dokumentari TV atau dokumentari realitas yang mengeksplor dan meneliti cerita paranormal sehingga penonton mengetahui dan memahami. Program ini bukan mengenai ketakutan tetapi untuk mengurangi ketakutan terhadap yang tidak terlihat. Itulah permulaannya, dan ini adalah pekerjaan pertama sebagai host untuk saya.”

Momen yang paling menakutkan selama syuting the Paranormal Zone
“The Paranormal Zone mulai syuting season 1 di tahun 2012, dan saat itu saya masih baru dalam hal ini dan sangat baru sebagai host. Jadi kalau ditayakan hal yang paling menakutkan adalah mengenai bagaimana penampilan saya di depan kamera.

“Namun dalam hal momen menakutkan, saya punya keyakinan penuh kepada guru spiritual saya Tsem Tulku Rinpoche ke-25 dan pelindung saya Dorje Shugden yang selalu bersama saya selama ini, sehingga saya merasa tidak akan terjadi apa-apa sama saya. Juga, Rinpoche mengajari saya cara untuk melindungi diri sendiri.

“Jadi, perasaan takut saat syuting the Paranormal Zone saya berani simpulkan, tidak ada. Namun, ada beberapa cerita aneh pada beberapa episode. Salah satu episode yang masih teringat menakutkan terjadi di season 1. Ketika itu kami melakukan permainan papan Ouija versi China. Kami taruh sesuatu di tengahnya dan Ouija bergerak dengan sendirinya, lalu kami memanggil arwah. Episode itu cukup menakutkan, saya merasakan energi yang sangat berat dan gelap. Sehingga membuat saya dan kru merasa begitu lelah berada di lingkungan itu.

“Kejadian aneh juga terjadi di Yogyakarta saat di Gunung Kelir. Kami syuting untuk cerita Ratu Mas Malang dan Ki Panjang Mas, kisah ini merupakan cerita cinta, dan Raja pada waktu itu memisahkan mereka. Di sana ada pemakaman dan terasa kehadiran beberapa entitas. Yang paling menarik adalah beberapa kamera berhenti tiba-tiba, dan salah satu CCTV kami bolak-balik tanpa henti padahal tidak ada yang menyentuhnya.”

Li Kim

Kamu kan sering berpergian ke berbagai tempat. Beritahu kami tempat yang paling menakutkan yang pernah kamu kunjungi?
“[tertawa] Ya Tuhan,,, yang paling menakutkan ya. Saya rasa kata menakutkan bukan kata yang akan saya gunakan. Tapi kata menarik dan unik dalam keragaman dan rasa sekitar paranormal. Salah satu tempat itu adalah Yogyakarta.”

Selama investigasi yang kamu lakukan, apakah kamu temukan ikatan antara mereka?
“Saya pikir ketika saya mengeksplor the paranormal ada energi di sana, dan saya selalu suka mendengar pendapat masyarakat setempat. Pertanyaan saya adalah bagaimana orang menafsirkan hantu, karena acara ini bukan untuk menakuti penonton tetapi memberikan informasi sehingga penonton bisa meninjau perasaan mereka tentang yang gaib.

“Pada akhirnya, beberapa orang tidak percaya dan sebagiannya lagi percaya dan takut karena mereka belum mengerti hal ini. Jadi inilah apa yang coba diberikan acara ini, berdasarkan fakta, berbasis dokumenter, dan kami tidak menambahkan apa pun yang tidak kami temui dalam penelitian ini. Tujuan dari the Paranormal Zone adalah untuk memberikan informasi dan pengetahuan sehingga kita dapat mengurangi rasa takut terhadap yang tidak diketahui dan tak terlihat.”

Bagaimana dengan hal mistis di Jawa, yuk buka halaman dua.

1
2
SHARE