Indipreneur, buku baru Pandji Pragiwaksono

0
147
Pandji Pragiwaksono
Pandji Pragiwaksono

Sebelum liburan Lebaran tiba, studio Cosmopolitan FM kedatangan tamu Pandji Pragiwaksono seorang komedian, penulis, rapper juga, dan Indipreneur pula. Nah, predikat yang terakhir ini merupakan istilah baru darinya. Mmm… apa ya kira-kira yang dimaksud dengan indripreneur, G-Readers?

Indipreneur sendiri adalah buku keempat Pandji Pragiwaksono. Dan berikut keseruan Mely Munial mengorek si pemeran Dokter Pandji di film Comic 8 ini, mengenai apa itu Indipreneur.

“Indipreneur itu sebenarnya pendekatan baru. Intinya adalah orang-orang yang hidup dari karyanya. Musisi, fotografer, penulis, komedian, dan segala macam yang pokoknya kalau dia berkarya, hidup dari karyanya itu, dan tidak masuk dalam korporasi besar, itu namanya Indipreneur,” jelas Pandji menjawab awal pertanyannya. Lanjutnya.

Ide awal buku ini?
Gue merasa ada kecenderungan kalau gue mau hidup dari berkarya gue mesti ngikutin kemauan pasar dan mesti ngalah sama pasar. Argumen gue justru di era sekarang lo jadi subjektif, jadi diri lo sendiri, jadi unik, jadi beda, jadi semau lo, justru dengan begitu lo bisa hidup dari karya lo. Dan sekarang adalah masanya.”

Kok bisa?
“Buktinya ada di sekitar kita. Misalkan dulu mie instan cuma ada 3 rasa. Sekarang rasanya macam-macam banget. Eskrim dulu tahunya cokelat sama vanila doang. Sekarang begitu banyak varian. Kenapa, karena akan ada yang mau dan suka banget. Jadi sekarang itu waktunya menyiapkan produk yang spesifik.”

Ada nggak kisah dari para indipreneur itu di sini?
“Ada banyak, gue ngambil sampel nggak hanya dari industri musik dan industri stand up. Diantaranya gue juga ngambil sampling dari industri buku, ada juga Raditya Dika yang gue bahas di situ, dan ada sampling dari industri film. Memang sih masalahnya adalah adanya pandangan kalo gue ‘ceruk’ banget gue nggak bisa hidup. Bisa sebenarnya! Semakin kecil market lo, sebenarnya semakin besar harga yang lo minta dari dia. Kenapa? Karena ‘being a part of an exclusive group make them feel special, when they feel special they are willing to pay more“.

Yang beda dari buku sebelumnya?
“Dari sisi content-nya beda banget sih. Buku pertama gue tentang semangat kebangsaan, buku kedua gue tentang stand up comedy tapi kaitannya masih kebangsaan. Yang ketiga masih tentang ke-Indonesiaan meskipun berat ke politik. Sedangkan kalau buku ini masuk ke kategori pemasaran. Jadi buku ini buku tentang gue belajar memasarkan karya gue sendiri, gue belajar buku-buku pemasaran, terus ada masanya gue sempet diajak sama Hermawan Kartajaya beberapa kali, jadi gue belajar juga.”

Apa harapannya setelah pembaca baca buku ini?
“Gue sih harapannya di Indonesia makin banyak orang yang bikin karya. Kita ini seneng banget beli karya orang terutama dari luar. Kita lihat ya, artis-artis dari luar pada datang nih, kaya Ariana Grande yang tiketnya sampai 6 juta. Park Ji Sung, datang ke Indonesia waktu sepakbola, rame banget. Kita jadi bertanya, kenapa duit kita selalu kita kasih ke orang dan dia bawa keluar gitu, kenapa kita nggak sekali-kali menewarkan sesuatu pada dunia. Terus orang bilang nggak mungkin? Mungkin aja! Kita pernah dengar orang Indonesia mengerjakan animasi film Holywood, ada kartun populer yang dikerjain orang Indonesia. Orang-orang ini kan hebat! Tapi kita nggak pernah dengar mereka bikin karya buat Indonesia, mereka kerja buat orang. Nah gue itu penginnya orang jadi lebih berani bikin karya, lo nulis buku kek, segala macam apalah, intinya beranilah berkreasi.”

Nah, seperti apa serunya buku Indipreneur yang melalui proses selama 6 bulan ini? Jika ingin tahu lebih dalam, G-Readers kini sudah bisa mendapatkannya di toko-toko buku terdekat. Siapa tahu jadi Indiprenuer juga. « [teks @bartno | foto dok. Ghiboo]

 

SHARE