CEO Rumah Zakat, Nur Effendi, menyiapkan 3 hal untuk menggapai potensi zakat 217 triliun

0
122
Nur Effendi

Dalam program The Captain beberapa waktu lalu, Ferdy Hasan berbincang menarik dengan CEO Rumah Zakat, Nur Effendi. Diantaranya adalah mengenai besarnya potensi zakat yang dimiliki negeri ini.

Menurut data Bank Indonesia, potensi zakat Indonesia mencapai IDR 217 triliun per tahun. Tetapi baru sekitar IDR 2.7 triliun yang terserap. Menurut Nur Efendi, ada 3 hal yang sedang dilakukan untuk menggapai nilai potensi zakat itu.

1. Sosialisasi
Pemahaman masyarakat terhadap zakat yang masih menganggap zakat itu hanya zakat fitrah saja yang dikeluarkan pas Idul Fitri. Padahal ada dua jenis zakat; zakat mal dan zakat fitrah. Zakat mal ini lah yang dikeluarkan 2,5 persen, yang bersumber dari zakat profesi, zakat perdagangan, zakat pertanian, dan sebagainya. Terus juga masih banyak masyarakat kita yang berdonasi langsung.

2. Kredibel
Ketika sudah mengerti zakat, bingung mau bayar ke mana, lembaganya kredibel atau tidak, transparasi atau tidak? Ada sekitar 18 lembaga zakat di Indonesia, salah satunya Rumah Zakat, yang rutin melakukan audit independen setiap tahunnya, sejak 2003 lalu, dengan hasil WTP [Wajar Tanpa Pengecualian].

3. Program
Memberitahukan secara jelas dan transparan mengenai program-program yang dilakukan terhadap penyaluran zakatnya. Kalau di Rumah Zakat sendiri ada program ‘Senyum’ bantuan dana sekolah, ada ‘mobil juara’ yang bisa mengakses sampai daerah-daerah yang tidak bisa digapai sekolah. Ada rumah sakit gratis, juga ada program ‘Senyum Mandiri’ untuk membantu pengusaha kecil. Lalu ada ‘Senyum Lestari’ yaitu mendirikan bank sampah.

Selain itu, Nur Efendi juga menjabat sebagai Ketua Forum Zakat Nasional yang anggotanya terdiri dari lembaga-lembaga penyalur zakat di Indonesia. Fungsinya supaya tidak terjadi tumpang tindih bantuan dan untuk saling membahu guna terus menaiknya penyalur zakat lewat lembaga-lembaga resmi. Misalkan di suatu daerah mendapatkan bantuan pendidikan dari lembaga zakat A, maka lembaga zakat B bisa menyalurkan bantuannya dalam bidang kesehatan, misalnya.

Ada cerita menarik dari Nur Efendi mengenai keajaiban berzakat ini yang dialami salah satu anggotanya. Jadi, ada sebuah perusahaan yang selalu mengalami kerugian terus menerus. Sehingga suatu hari disepakati untuk mengganti CEO-nya. Nah, CEO yang baru ini punya target yang tidak biasa, yakni goalnya bukan profit melainkan berapa zakat yang akan dikeluarkan tahun depan. Alhasil, di tahun berikutnya hingga sekarang, keuntungannya selalu ada. Dan sampai dengan tahun ini, zakat yang dikeluarkan mencapai IDR 2.5 miliar.

Sebagai penutup acara The Captain, seperti biasa Ferdy menanyakan 3 kata ampuh dalam berbisnis kepada CEO Rumah Zakat ini. Jawab Nur Efendi adalah, mindset, networking, dan technology.

So, Brava Listeners, simak kisah-kisah menarik selanjutnya dari program The Captain di Brava Radio 103.8 FM, setiap Kamis jam 9 hingga 10 pagi WIB.

Sumber:

Brava

SHARE