Inside Out, gambaran lucu sifat manusia di pusat kendali

0
286

Sebuah film animasi karya Pixar Animation Studios bertitel ‘Inside Out’ yang bekerjasama dengan Disney telah mendapat banyak tanggapan positif semenjak kemunculan perdananya di Festival Film Cannes ke-68, di Mei lalu.

Tanggapan positif juga datang dari selebriti, media, dan beberapa pengamat film lainnya yang datang dalam acara premier-nya beberapa waktu lalu.

Inside Out bakal tayang di seluruh bioskop Indonesia, 19 Agustus nanti. Seperti apa kisah serunya, baca review filmnya dari kami di bawah ini.

Film Inside Out diawali oleh kisah cinta dua gunung berapi yang berdurasi kurang dari 10 menit. Cerita ini di luar cerita inti Inside Out. Short movie pembukanya itu dibuat sebagai apresiasi terhadap kerja para animator di Pixar, jelas Pete Docer animator sekaligus screenwriter Pixar, mengungkapkan alasan adanya film pendek di awal cerita intinya.

Cerita Inside Out sendiri diawali adegan persalinan yang kemudian memunculkan tokoh utama film ini, Riley. Seketika Riley lahir, lahir pula Joy yang mengatur mood senang putri tunggal keluarga ini.

Seiring perkembangan usia Riley, muncul juga karakter emosi Fear [bertugas untuk menjaga Riley tetap aman], Anger [pengatur emosi marah untuk memastikan Riley diperlakukan adil], Disgust [yang mengatur rasa suka dan tidak], dan Sadness [yang menentukan kapan harus bersedih]. Karakter-karakter emosi ini juga ada di kepala orangtua Riley, namun dengan wajah karakter yang berbeda.

Pixar animation menggambarkan situasi dalam otak Riley terdiri dari, ruang kontrol emosi, tempat penyimpanan ingatan inti, lemari penyimpan ingatan, gudang penyimpan ingatan, jurang pembuangan memori, dan istana-istana pencapaian emosi, seperti keluarga, kejujuran, dan lainnya. Setiap kondisi emosi Riley ditandai dengan sebuah bola dengan warnanya masing-masing.

Selama kehadiran Joy sebagai pimpinan pengatur emosi, Riley menjadi anak yang selalu ceria. Namun, semenjak kepindahan keluarga ini dari Minnesota ke San Francisco, dari rumah yang cukup besar ke rumah tipe perkotaan yang lebih kecil, dan munculnya masalah dalam pemindahan barang ke rumah baru ini, membawa Riley yang kini berusia 11 tahun mengalami kegaduhan emosi.

Dalam sistem kerja otaknya, Sadness semakin aktif untuk ikut serta dalam pengaturan emosi Riley, tetapi Joy tetap selalu ingin berusaha agar Riley bahagia terus. Sehingga akhirnya lewat suatu kejadian Joy dan Sadness tersedot keluar dan masuk ke dalam gudang penyimpanan ingatan. Alhasil, ruang kendali emosi dipegang bergantian oleh Fear, Disgust, dan Anger yang lebih mendominasi.

Kondisi rumah baru dan rasa kangen Riley membuat emosinya mudah marah. Sehingga Riley berubah menjadi anak yang gampang emosional.

Riley si pemarah, memutuskan suatu hal yang membahayakan. Fear, Disgust, dan Anger berharap Joy untuk segera kembali dan mengatasi situasi ini. Berhasilkah Joy dan Sadness kembali ke ruang kontrol emosi untuk mengembalikan keceriaan Riley dan menghindari bahaya yang mungkin terjadi?

Cast:
Joy – Amy Poehler
Sadness – Phyllis Smith
Fear – Bill Hader
Anger – Lewis Black
Disgust – Mindy Kaling
Riley’s mother – Diane Lane
Riley’s father – Kyle MacLachlan

Duration:
94 minutes

Indonesian release dates:
19 August 2015

[teks @bartno | foto. ist]

SHARE