Yang perlu kamu tahu tentang bully pada anak

0
124

Penindasan (bully) memang kerap terjadi, khususnya pada anak. Di usia tertentu, anak memang belum mengerti sepenuhnya tentang konsep bully. Sebagai orangtua, Anda patut waspada dan selalu awas dalam menjaga anak agar tidak menjadi korban bully apalagi justru menjadi si pengganggu.

Selalu terhubung dengan anak – tahu apa yang sedang berlangsung di sekolah, siapa teman mereka, dan apa yang mereka lakukan setelah sekolah usai. Selalu terbuka dan sering mengobrol dengan anak tiap harinya. Memang tidak mudah untuk bertanya sesuatu yang spesifik, tapi lewat pertanyaan satu per satu secara perlahan bisa membuat anak lebih terbuka untuk berbicara.

Terhubung dengan pengajar – untuk menciptakan dialog terbuka dengan anak, pastikan Anda mengenal orang yang bisa diandalkan di sekolah dan membuat Anda nyaman untuk berbicara apabila terjadi sesuatu.

Si pengganggu, korban dan pengamat – secara statistik, seorang anak memiliki kecenderungan menjadi pengganggu atau pengamat ketimbang korban. Menurut Dr. David Walsh penulis buku Mind Positive Parenting, kebanyakan penindasan terjadi bila ada yang melihat. Pengamat (bystanders) memiliki peran penting di sebuah kasus bully. Mereka bisa melaporkan atau membiarkan bully yang sedang terjadi. Karenanya, berbicara dengan para bystanders bisa perlahan mengajarkan mereka untuk lapor jika mereka menyaksikan adanya tindakan penindasan.

Anak bisa menjadi keduanya (korban dan pengganggu) – Menurut penelitian The Trevor Project oleh Nathan Belyeu, seorang anak bisa menjadi korban dan pengganggu. Jika Ia menjadi korban di satu tempat, di tempat lain Ia bisa menjadi pengganggu karena belajar dari caranya diganggu.

Untuk mencegah terjadinya bully, usahakan selalu terbuka pada anak ya Cosmoners. Hubungan baik antar orangtua dan anak, bisa membuat anak lebih terbuka berbicara tentunya bisa mengurangi tindakan penindasan. [teks Mindy Paramita/popsugar.com | foto inspiredwoman.co.za]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE