Breast Friend InspirASI 22, segala kisah ibu menyusui

0
168

Di awal bulan Agustus ini pada pekan pertamanya [1-7 Agustus] telah ditetapkan sebagai ‘World Breastfeeding Week‘. Juga bulannya dicanangkan sebagai bulan ASI.

Bicara mengenai ASI, ada sebuah buku yang mengupas mengenai masalah seputar ibu menyusui. Buku itu bernama, “Breast Friend InspirASI 22” karya Adenita Priambodo yang juga pengurus AIMI [Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia].

Menurut Adenita dalam bincang-bincang bersama Dave Hendrik di program Diary Dave beberapa waktu lalu, menyampaikan, “WHO [Badan Organisasi Kesehatan Dunia] merekomendasikan pemberian ASI eksklusif adalah selama 6 bulan, baru setelahnya boleh diberikan makanan pendamping ASI [MPASI] sampai usia 2 tahun.”

Melalui buku ini juga, calon ibu menyusui dianjurkan untuk memulai hunting rumah bersalin sejak usia kandungan mencapai 7 bulan. Apakah Rumah Sakitnya mendukung IMD [Inisiasi Menyusui Dini] yakni memberikan bayi yang baru dilahirkan di dekat ibunya untuk dibiarkan mencari puting susu ibunya sendiri, apakah dokternya ramah ASI, dan banyak sekali hal-hal yang perlu diperhatikan.

Adenita menjelaskan, dalam buku ini juga ditekankan pentingnya support dari lingkungan si ibu supaya air susu sang bunda lancar. “Bila si ibu happy maka akan menaikan hormon oksitoksinnya. Hormon ini berfungsi untuk memperlancar ASI,” papar Adenita.

Mitos-mitos mengenai kehamilan dan menyusui seperti, kalau orang China selama 40 hari setelah melahirkan tidak boleh keramas karena takut ASInya tidak lancar, dibantah dan dijelaskan secara ilmiah dalam buku ini. Lalu kemudian ada hal mengenai, mengapa bayi di usia awal minumnya sedikit? Hal itu dijelaskan karena lambung bayi masih kecil, jadi asupan yang dibutuhkan memang hanya segitu. Nanti seiring waktu, lambungnya akan semakin membesar dan sampai minggu keempat baru normal.

AIMI sendiri didirikan oleh 22 ibu yang ada dalam buku ini dengan masalah yang sama, masalah menyusui. Lewat buku ini mereka berharap, masalah yang terjadi pada ibu menyusui dapat teratasi. Bila butuh pendampingan lebih lanjut, AIMI siap ditanya kapan pun. Cek tautan ini untuk informasi AIMI lebih lengkap.

Jadi tak hanya sehat secara fisik, psikis pun juga punya pengaruh besar terhadap kelancaran ASI. Karena itu yuk dukung ibu menyusui dan jangan lupa kasih ASI eksklusif selama 6 bulan, dan terus menyusui bayinya selama 2 tahun,” kata Adenita sebagai pernyataan penutupnya di Happy Hour Cosmopolitan 90.4 FM Jakarta.
[teks @bartno | foto dok. AIMI]

SHARE