Perlunya monitoring gula darah penderita diabetes

0
270
foto: Wisegeek.net

Diabetes kerap ditenggarai sebagai mother of all the diseases dan menjadi penyebab munculnya berbagai penyakit komplikasi yang berdampak pada menurunnya kualitas hidup para pengidapnya.

Padahal, penyakit diabetes dapat dikelola dengan menjaga pola hidup sehat serta melakukan pengecekan kadar gula darah secara terstruktur. Tujuan utama pengelolaan diabetes adalah menjaga kualitas hidup pasien sehingga dapat hidup senormal mungkin, menghambat timbulnya komplikasi, dan mencegah mortalitas atau kematian.

dr. Tri Juli Edi Tarigan, Sp.PD-KEMD, FINASIM, ahli penyakit dalam dan konsultan endokrin dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menjelaskan bahwa, “Diabetes melitus sebagi ibu dari banyak penyakit degeneratif, dapat merusak organ-organ penting dalam tubuh kita. Kerusakan organ-organ penting tersebut akibat gula darah yang terus tinggi berkepanjangan sehingga merusak dinding pembuluh darah kecil [mikrovaskular] maupun pembuluh darah besar [makrovaskular]. Kerusakan pada dinding pembuluh darah tersebut mengakibatkan penyempitan dan sekaligus kehilangan fungsi utama dari organ tersebut. Agar tidak terjadi bencana di atas, maka perlu pencegahan sekaligus pengelolaan diabetes melitus secara komprehensif dan melibatkan semua pemangku kepentingan.

“Salah satu aspek dari pilar pengelolaan diabetes melitus yang sangat penting adalah masalah monitoring gula darah agar selalu berada dalam target yang diinginkan. Monitoring gula darah ini dapat dilakukan pasien secara mandiri [SMBG] sehingga data yang sudah terkumpul dapat membantu dokter untuk menyesuaikan terapi. Tentu dokter dan pasien perlu dibekali pengetahuan tentang urgensi monitoring gula darah dan bagaimana mempraktikannya sehari-hari.”

Sudah banyak diabetisi yang melakukan monitoring gula darah. Ada yang berhasil, dan tidak sedikit yang gagal mengendalikan gula darah. Swa monitoring glukosa darah [SMBG] baru berhasil mengendalikan gula darah jika syarat good clinical practice terpenuhi yaitu SMBG digunakan secara terstruktur dan akurat.
– Terstruktur sesuai kondisi spesifik dari penyakit, terapi, dan edukasi diabetes dari masing-masing individu.
– Akurat memenuhi standar akurasi ISO 15197:2013

Dalam kegiatan edukasi media yang diselenggarakan Roche Indonesia sebagai produsen Accu-Chek di hotel Akmani, Jakarta, Selasa [01/09], diterangkan tentang bagaimana mengoptimalkan tes monitoring glukosa darah [SMBG] yang terstruktur melalui edukasi diabetes:

1. Tes Swa-monitoring glukosa darah/SMBG yang spesifik sesuai kasus. Banyak pilihan rejimen yang tergantung faktor jenis terapi dan profil fluktuasi glukosa [grafik glukosa yang dapat dilihat di logbook glukosa]. SMBG terstruktur terdiri atas tiga tahap yaitu:
– Tes glukosa terstruktur [pilih jadwal dan frekuensi tes yang spesifik]
– Interprestasi hasil SMBG [dipandu edukator diabetes/perawat/dokter]

2. Edukasi monitoring kombinasi antara
– Tes swa-monitoring glukosa darah/SMBG [parameter glikemia harian]
– Tes HbA1c [parameter glikemia tiga bulanan] yang sesuai kasus

3. Edukasi 5 pilar pengelolaan diabetes: 4 sehat 5 terstruktur, yaitu:
– Edukasi pengelolaan diabetes terutama menjaga berat badan
– Aktivitas fisik/latihan fisik
– Pengaturan makan/terapi nutrisi
– Terapi obat/ insulin
– Tes Swa-monitoring glukosa darah [SMBG]

4. Teknik komunikasi pasien.

Semoga bermanfaat G-Readers.

SHARE