MPASI organik untuk si kecil

0
76

Pada Agustus kemarin dicanangkan sebagai bulan ASI di Indonesia, dan di pekan pertamanya ditetapkan sebagai ‘World Breastfeeding Week‘.

ASI sangat penting bagi tumbuh kembang anak guna menjaga kesehatan dan kecerdasannya. WHO merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, baru setelahnya sampai dengan usia 2 tahun diberikan ASI plus MPASI atau Makanan Pendamping ASI.

Kesadaran masyarakat untuk lebih ‘kembali ke alam’ semakin tinggi. Karena itu makanan yang berbasis organik pun mulai banyak digemari.

Makanan organik diproses dengan banyak persyaratan seperti tidak boleh menggunakan pupuk dan bahan kimia lain, atau digunakan namun dalam batas tertentu. Pertanian organik bertujuan untuk tetap menjaga ketersediaan nutrisi dalam tanah. Sehingga beda dengan prinsip pertanian konvensional yang lebih mengutamakan hasil, tanpa memperdulikan kelangsungan jangka panjang dan kondisi lahan pertaniannya.

Banyaknya manfaat dari makanan organik ini, membawa Kalbe Nutritionals untuk menghadirkan MPASI Organik pertama yang diproduksi secara lokal. Dan kini telah hadir Milna Bubur Bayi Organik tanpa MSG dan pengawet, yang telah disesuaikan dengan selera bayi Indonesia. Terdiri dari dua varian yakni, Milna Bubur Bayi Organik Beras Merah dan Kacang Hijau.

“Pemilihan bahan pangan organik untuk bayi tetap harus dilakukan dengan cermat agar dapat memenuhi Angka Kecukupan Gizi harian si kecil. MPASI diusahakan terdiri dari aneka ragam jenis pangan termasuk daging, unggas, ikan atau telur, susu, serta sayur, dan buah. Bila tidak memungkinkan, maka diperlukan pemanfaatan MPASI yang terfortifikasi untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan asupan makronutrien dan mikronutrien si kecil,” papar dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi, Staf Akademik Departemen Ilmu Gizi FKUI RSCM, dan Pakar Gizi Medik Indonesian Nutrition Association [INA], dalam keterangan email-nya kepada kami.

Makanan organik memiliki keunggulan seperti rendahnya rasio asam lemak omega-6/omega-3 dari susu organik, yang antara lain dapat menurunkan faktor risiko penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskular saat usia dewasa. Kandungan gula dalam bahan pangan organik juga lebih tinggi, sehingga tidak membutuhkan penambahan gula dalam proses pengolahannya. Selain itu, sayur dan buah organik memiliki kandungan antioksidan dan polifenol yang lebih tinggi 10-50 persen dibandingkan sayur dan buah reguler. Juga, lebih tinggi pada kandungan karbohidrat dan total seratnya.[teks @bartno | foto kartroom.com]

SHARE