Resensi Buku “Fenomenologi Wanita Ber-high heels”

0
304

Bagaikan sebuah kekuatan terpendam, high heels bukanlah sekadar membius siapa pun di sekitarnya. Mungkin saja terbangun sifat superior, walaupun yang paling utama adalah bagaimana meningkatkan kualitas interaksi dengan siapapun melalui keindahan fisik dan mental.

wanita dan high heelsKeragaman makna high heels bagi wanita membentuk konsep diri masing-masing yang berbeda secara diametral. Artinya tidak semua wanita terpengaruh dengan pemakaian fashion sebagai citra diri dalam pergaulan masyarakat.

Fenomenologi Wanita Ber-high heels terang-terangan memaparkan kisah cantik mengenai hubungan erat wanita dengan high heels yang merupakan pengembangan dari penelitian dan karya ilmiah dengan pertanyaan-pertanyaan yang tajam. Akan ada pengakuan, bisikan, pernyataan, keraguan, dan cerita-cerita lainnya yang menarik.

“Terdapat begitu banyak perbedaan ungkapan para wanita yang terkadang logis, terkadang sederhana, terkadang pakai hati, terkadang penuh kalkulasi, terkadang menunggu sale! Unik memang.” (kutipan dalam buku ini)

“Akhirnya, literatur yang membahas dengan dalam mengenai salah satu senjata perempuan untuk terlihat lebih seksi: High Heels! Perempuan wajib baca, laki-laki perlu intip buku ini,” ungkap penulis buku Indiepreneur Pandji Pragiwaksono dalam buku Fenomenologi Wanita Ber-high heels.

Membuka tirai makna di balik perilaku wanita pekerja pengguna high heels, buku karya Ika Noorharini ini ditujukan untuk seluruh wanita, namun juga baik untuk pembaca lainnya.

Life is flat! Spike it with your heels ladies! [teks @uliafr | foto weareladies.net]

SHARE