8 gejala sindrom Asperger

0
131

Anda pencinta serial “Parenthood”? Tentu tak asing dengan penyakit yang diderita anak pasangan Adam dan Kristina, Max. Ya, Max adalah contoh anak penderita sindrom Asperger.

Banyak yang tak tau, kalau sindrom Asperger adalah salah satu dari spektrum autisme. Sindrom Asperger adalah sebuah kelainan saraf, gangguan interaksi sosial yang ditambah gejala keterbatasan dan pengulangan perilaku, ketertarikan, dan aktifitas.

Perbedaan dengan gejala autisme lainnya dilihat dari kemampuan linguistik dan kognitif para penderitanya yang relatif tidak mengalami penurunan, bahkan dengan IQ yang relatif tinggi atau rata-rata (ini berarti sebagian besar penderita Asperger bisa hidup secara mandiri, tak seperti penderita autisme lainnya).

Pada tiap anak, gejalanya tidak sama. Jadi, tidak ada panduan jelas untuk mendiagnosa sindrom ini. Namun, 8 ciri di bawah ini, bisa menjadi tolak ukur apakah anak Anda terkena sindrom asperger;

1. Terlalu fokus pada satu hal selama berjam-jam
Perhatikan anak jika memiliki satu ketertarikan berlebih pada sesuatu dan bisa memainkan (atau memperhatikan)nya selama berjam-jam.

2. Bagai profesor kecil
Penderita Asperger biasanya terlihat sangat pintar bak profesor kecil. Mereka memiliki kualitas verbal yang sangat baik, walaupun yang dibicarakan hanya yang mereka inginkan. Bahasanya pun cenderung terdengar formal.

3. Sulit berinteraksi sosial
Membaca bahasa tubuh sulit dicerna oleh penderita Asperger, sama sulitnya seperti bagaimana harus bergantian atau melakukan perbincangan. Ia tak bisa berkomunikasi dua arah, karena penderita Asperger selalu memegang kendali dan terus berbicara sendiri tanpa memperhatikan lawan.

4. Serba teratur
Anak dengan sindrom Asperger memerlukan rutinitas yang jelas, atau mereka akan kebingungan. Mereka terpaku akan rutinitas atau mereka bisa kesal dan marah.

5. Emosi yang tidak stabil
Saat semua tak sesuai rutinitas atau di luar keteraturan, anak penderita Asperger akan sulit mengontrol emosinya. Bisa meledak-ledak ataupun lewat tangisan berkepanjangan.

6. Kurangnya empati
Tanda lain penderita Asperger adalah kurangnya rasa empati pada sekitar. Bagaikan hidup seorang diri mereka tidak mengerti bahwa orang lain memiliki perasaan atau kebutuhan.

7. Tak mengerti intonasi bicara
Penderita Asperger akan kesulitan mengerti intonasi bicara ataupun aksen. Jadi, jangan heran jika mereka tidak tertawa akan lelucon Anda, karena mereka tidak bisa membedakan apakah Anda bercanda atau serius.

8. Sensitivitas sensori
Cahaya yang terlalu terang, suara yang terlalu bising, dan sentuhan tertentu bisa membuat penderita Asperger tidak nyaman karena sensitivitasnya yang tinggi. Mereka sangat mudah terstimulasi akan sensasi tertentu.

Anak Anda mengalami salah satu dari gejala di atas? Jangan ragu untuk melakukan evaluasi dengan pakarnya. Cari tau banyak informasi mengenai sindrom Asperger untuk penanganan lebih optimal. [teks Mindy Paramita/popsugar.com | foto followme.org]

 

SHARE