Film Indonesia ‘Sendiri Diana Sendiri’ laris di Kanada

0
139

Film Indonesia, “Sendiri Diana Sendiri”, untuk kali ketiga diputar di Toronto International Film Festival (TIFF) 2015 di Kanada.

Film arahan sutradara Kamila Andini itu ditayangkan kembali pada Jumat 18 September 2015, setelah sebelumnya diputar pada akhir pekan lalu.

Dalam bahasa Inggris, judul film ini menjadi Following Diana, sebuah film pendek tentang isu poligami di Indonesia.

Di TIFF 2015, film pendek ini (40 menit) masuk program Short Cuts. Tahun sebelumnya program ini hanya dikhususkan untuk film-film Kanada. Baru tahun ini dibuka untuk pemutaran film pendek dari seluruh dunia.

Sebaimana dilaporkan BBC, saat pemutaran perdana, film “Sendiri Diana Sendiri” di Gedung Scotiabank berkapasitas 500 penonton penuh sesak.

“Diana mewakili persoalan perempuan di Indonesia, pergulatan perasaan dan posisi perempuan sebagai istri sekaligus ibu,” ujar Kamila Andini dilansir BBC.

Beberapa cerita film ini berdasarkan kisah nyata, seperti Ari (Tanta Ginting) yang melakukan presentasi kepada istrinya soal keluarga masa depan, ketika ia ingin poligami.

Presentasi itu meliputi jadwal menginap, penafkahan jika punya istri lagi. Wow, dan ini kisah nyata lho!

“Suami teman saya memang melakukan presentasi seperti itu,” kata Kamila.

Nah, soal kapan film ini tayang di Indonesia, kita tunggu aja ya I-Listeners! [teks @pria_nastar | foto facebook.com/treewaterprodution]

Sumber:

IRadio FM

SHARE