Waspada kurang tidur pada anak

0
138

Tahukah Anda, kalau kurang tidur pada anak bisa menyebabkan masalah perilaku dan emosi anak. Kurangnya tidur berkualitas juga bisa menyebabkan gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).

Kebanyakan anak salah diagnosa ADHD hanya karena kurang tidur. Menurut penelitian yang telah mensurvey 2,500 anak berusia enam hingga lima belas tahun, anak yang mengalami susah tidur cenderung menjadi hiperaktif, implusif dan agresis – yang semuanya merupakan gejala ADHD.

Pada penelitian lain, masalah tidur pada anak ternyata memang bisa memicu gejala ADHD. Ini karena tak seperti orang dewasa yang merasa lelah dan melamban saat mengantuk, anak kecil cenderung hiperaktif dan eksplosif sebagai kompensasi rasa lelahnya.

Kurang tidur pada anak juga bisa menyebabkan obesitas dan diabetes. Tidur melancarkan sistem neuroendocrine dan metabolisme glukosa, jadi saat mereka kurang tidur, proses vital ini menjadi berantakan. Ini bisa menyebabkan keinginan akan konsumsi makanan manis dan lapar yang berlebihan.

Penyakit juga bisa disebabkan kurangnya tidur pada anak, karena tidur menjaga sistem imunitas pada anak. Ini kenapa vaksinasi akan diserap lebih baik oleh anak yang tidur cukup ketimbang sebaliknya.

Nah, jadi sekarang tetapkan waktu tidur pada anak, dan jaga agar mereka tidak kurang tidur, ya Cosmoners. [teks Mindy Paramita/huffingtonpost.com | foto huffingtonpost.com]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE