Iklan bahaya rokok yang paling menyentuh

0
381
Para Pembicara Konferensi Pers Peluncuran ILM Rokok Itu Murah Obatnya yang Mahal

‘Rokok itu murah, obatnya yang mahal’ itulah kampanye yang sekarang sedang digalakkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kampanye itu menceritakan kisah Robby Indra Wahyuda, seorang pemuda berusia 27 tahun yang meninggal dunia karena kanker laring akibat merokok.

Salah satu wujud dari kampanye itu adalah iklan bahaya rokok yang menurut kami paling menyentuh guna mengingatkan bahaya rokok bagi perokok dan orang sekitarnya.

Iklan terbaru mengenai bahaya merokok ini merupakan hasil kerjasama Kementerian Kesehatan RI dan World Lung Foundation [WLF].

Cerita di iklan layanan masyarakat ini:
Robby adalah seorang perokok berat yang bermula sejak ia duduk di bangku SMP, sampai pada akhirnya ia didiagnosa terkena kanker laring akibat merokok di Januari 2014, saat ia berusia 26 tahun.

Iklan layanan masyarakat menunjukkan cuplikan saat Robby dalam beberapa tahap perjuangannya melawan kanker serta operasi untuk mengangkat jaringan kanker yang menyebabkan Robby kehilangan suara.

Latar belakang suara dari Ibunda Robby, Syaifatul Hadijah, mengisahkan mengenai bagaimana Robby meninggal dunia dari kanker tenggorokan akibat merokok.

Beliau menegaskan bahwa rokok memiliki harga yang murah di Indonesia, namun biaya pengobatan dan perawatan korban akibat tembakau sangat besar biayanya. Hal ini ditunjukkan dengan kutipan pesan dari Ibu Syaifatul dalam akhir iklan yang menyatakan “Jangan sampai ada Robby-Robby lain”.

Dengan foto -foto orangtua Robby di pusaranya, terlihat bahwa Robby tidak mampu bertahan dalam perjuangannya melawan kanker, dan meninggal pada tanggal 23 Juni 2015, di usianya yang menginjak 27 tahun. Iklan ini diakhiri dengan ajakan kepada masyarakat untuk “Berhenti merokok, asapmu membunuh orang-orang di sekitarmu.”

Yuk bantu sebarkan kampanye ini di akun media sosial G-Readers, dengan tagar #SuaraTanpaRokok. « [teks @bartno | foto ist]

SHARE