Buku Batik dan fashion Batik semarakan perayaan Hari Batik Nasional

0
456
Ibu Miranti Serad Ginanjar (Pembina Batik Kudus) & Ibu Renitasari Adrian (Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation) bersama Bapak Saleh Husin (Menteri Perindustrian Indonesia) dalam Peluncuran Buku 'Batik Kudus The Heritage'

2 Oktober 2009, Batik mendapat kehormatan penting, yakni ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi atau Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO.

Dan pada tanggal itu pulalah, lewat Kepres No 33, 17 November 2009, Pemerintah menetapkan, setiap tanggal 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Dalam perayaannya di tahun ini, perayaan Hari Batik dimeriahkan oleh peluncuran buku Batik Kudus The Heritage dan Batik Fashion Week.

Peluncuran ini diadakan di Museum Tekstil Jakarta Barat, pagi ini [02/10], dan sekaligus ada acara penyerahan penghargaan pada Pembatik Muda Inspiratif [Putri Urfanny N. (23)], Pemberian Piagam dari Yayasan Batik Indonesia kepada Pemerintah Kota Tegal atas dukungannya terhadap pelestarian batik, peragaan busana Batik oleh Adrian Gan, dan Didi Budiarjo.

Batik Kudus The Heritage
Buku ini hasil kerjasama Bakti Budaya Djarum Foundation bersama Miranti Serad Ginanjar, Pembina Batik Kudus.

Batik Kudus sendiri telah populer sejak era Sunan Kudus di abad ke-16. Pada era itu, Batik Kudus berpusat di Langgar Dalem dan terkenal dengan motif Langgar Dalem yang kental dengan sentuhan Islam.

Pada masa itu juga semua wanita di Langgar Dalam dapat membatik Kudus demi memenuhi kebutuhan pakaian masyarakat sekitar dan Sunan Kudus sendiri.

Setelah masa Sunan Kudus, sekitar tahun 1920-an hingga 1930-an, Batik Kudus mengalami asimilasi dengan kebudayaan China. Muncul nama seniman seperti Liem Boe In yang memberikan warna baru pada motif Batik Kudus.

Kemudian pada tahun 1950-an seniman China lainnya seperti Liem Boen Gan, Kwe Suiauw, Ok Hwa, dan Gan Tjioe Gwat muncul memberi ide-ide baru dalam motif Batik Kudus.

“Sebagai pembina Batik Kudus, tentu saya merasa bangga batik yang selama ini kami lestarikan kini semakin dikenal masyarakat. Dengan adanya peluncuran buku Batik Kudus The Heritage ini kami ingin berbagi cerita Batik Kudus secara mendalam dari masa ke masa, dari sisi sejarah dan perkembangannya,” tutur Miranti Serad Ginanjar, Pembina Batik Kudus.

Batik Fashion Week
Event ini merupakan pekan mode pertama di dunia yang mengangkat batik sebagai hasil karya anak bangsa yang memiliki misi mentransfer nilai-nilai budaya Indonesia masuk ke dalam tren mode dunia.

Sejalan dengan misi tersebut telah dipilih “An Expedition To The World” sebagai tema utama dari Peringatan Hari Batik Nasional 2015, dan sebagai tema harian dari Batik Fashion Week.

Karya-karya yang akan ditampilkan dalam pagelaran fashion show ini adalah dari; Adrian Gan, Didi Budiarjo, Denny Wirawan, Danar Hadi, Parang Kencana, NES, [bi], Ivan Gunawan, Chossy Latu, Barli Asmara, Jeffry Tan, dan masih banyak lagi.

Batik Fashion Week diselenggarakan di Gandaria City, Jakarta, mulai hari ini [02/10] sampai dengan 04 Oktober 2015. [teks & foto @bartno]

SHARE