Kamera ‘Nocturnal’ dari Sony

0
133
Sony A7s II.

Sukses dengan seri A7 yang dirilis 2003, Sony meningkatkan performa kamera mirrorless-nya tersebut menjadi lebih tangguh saat menangkap gambar di malam hari dengan meluncurkan Sony A7s II.

Sejak pertama kali diciptakan, Sony memang sudah memberikan sentuhan istimewa terhadap seri A7. Kamera ini merupakan mirrorless pertama yang memiliki sensor full- frame.

Tahun lalu, Sony menambah kemampuan kamera tersebut dalam merekam video dan jadilah Sony A7s yang mampu merekam video dengan resolusi 4K meski dalam kondisi low light.

Tak puas sampai di situ, tahun ini kamera tersebut kembali disempurnakan dengan memasukkan teknologi rekaman video 4K internal pengaturan profil foto baru.

Produsen kamera asal Jepang itu membuatnya mampu menangkap gambar video dengan bitrate yang lebih tinggi hingga 100 mbps sehingga kamera ini memiliki kemampuan merekam video pada malam hari dengan lebih baik.

Kemampuan ‘nocturnal’ Sony A7s II ini juga didukung ISO yang tinggi. Kamera ini dibekali range ISO 50-409.600. Pihak Sony mengatakan kalau peningkatan ini dilakukan terkait penggunaan algoritma image processing yang mereka gunakan pada kamera tersebut.

Seperti pendahulunya, Sony A7s II menggunakan sensor full frame 12.2MP dan sudah dilengkapi dengan prosesor Bionz X. Kamera ini juga menggunakan teknologi image stabilization 5-axis seperti yang dijumpai pada A7s. Dengan teknologi ini, jepretan gambar pun bisa menjadi lebih baik. Terlebih kamera mirrorless full frame ini juga menjanjikan sistem autofocus yang lebih cepat dan lebih akurat.

Dari segi desain, Sony melakukan sedikit penyegaran pada produk kamera dengan body berbahan magnesium alloy itu.

Perubahan tersebut antara lain pada bagian grip, tombol shutter serta viewfinder elektronik OLED yang dilengkapi fitur magnifikasi 1.78x yang berbeda dengan pendahulunya. Demikian juga dengan kemampuan merekam video beresolusi tinggi 4K. Hal ini berbeda dengan A7s yang harus menggunakan recorder eksternal untuk bisa menghasilkan video beresolusi tinggi. [Teks: @moehakam | Foto: reframe.gizmodo.com]

SHARE