Berlibur sembari mengenal sejarah Brunei

0
347
Royal Regalia Museum

Negara tetangga Brunei Darussalam pada Juli 2015 kemarin, masuk dalam deretan 5 besar Negara Terkaya di Dunia versi Global Finance Magazine.

Dengan menelusuri sejarahnya, G-Readers dapat mengetahui bagaimana Brunei bisa mencapai tingkat kemakmuran seperti itu.

Dan untuk menelusuri sejarahnya itu, berikut ada dua museum yang bisa dijadikan referensinya.

1. Royal Regalia Museum
Museum ini dibangun dalam rangka memperingati 25 tahun pengangkatan Hassanal Bolkiah sebagai Sultan Brunei Darussalam yang ke-29, tepatnya di tahun 1992.

Terdiri dari dua lantai, museum ini memamerkan koleksi benda-benda kerajaan, suvenir dari para pemimpin negara, dan koleksi berharga lainnya.

Dalam salah satu areanya, Anda dilarang melakukan pemotretan karena barang-barang yang dipajang pada area ini adalah harta karun yang tak ternilai.

Ada juga satu area di lantai 2, yang mewajibkan pengunjungnya untuk melepaskan alas kakinya. Itu karena, lantai museum dilapisi karpet yang mewah dan bersih.

Benda-benda yang bisa Anda lihat diantaranya, mahkota kerajaan bertahta berlian, kereta kerajaan yang biasa dipakai Sultan untuk acara khusus, koleksi senjata yang terbuat dari emas dan perak, replika singgasana kerajaan, serta cinderamata dari para pemimpin negara yang terbuat dari emas, batu permata, kristal, dan perak.

Selain benda-benda yang tak ternilai harganya itu, di sini juga tersedia lengkap mengenai dokumen sejarah negara Serumpun ini.

2. Brunei Museum
Pertama kali museum ini dibuka secara resmi oleh Ratu Elizabeth II di tahun 1972.

Mengunjungi museum yang satu ini, Anda akan merasakan kembali ke zaman dulu. Karena apa, di sini Anda akan menemukan banyak koleksi yang berusia lebih dari 1000 tahun.

Ada galeri budaya tradisional Brunei yang memiliki peran dalam sejarah Asia. Kisahnya dimulai dari kedatangan bangsa Spanyol dan Portugis di tahun 1500 di negeri ini.

Lihat pula galeri karya seni Islam seperti keramik dari Iran, kaca tiup dari Mesir yang berasal dari abad ke-9 hingga 10, dan beberapa koleksi harta karun dari kapal yang karam 500 tahun lalu. Perhatikan pula kitab suci Al Quran seukuran korek api yang tersimpan dan terawat rapi di sini.

Yang cukup unik adalah adanya tampilan diorama seukuran manusia mengenai seremoni kebudayaan Brunei, seperti pernikahan, upacara kelahiran anak, dan sunatan. Serta benda-benda sejarah yang sering digunakan dalam upacara khusus seperti meriam berkepala naga.

Lalu kemudian terdapat satu area yang memperlihatkan teknologi Brunei dalam ekstraksi minyak dan gas, yang menjadikan negara ini menjadi salah satu negara termakmur di dunia.

Asyiknya, untuk mengunjungi kedua museum ini pilih saja paket yang disediakan oleh Royal Brunei. Karena, tak hanya berwisata ke museum tersebut tetapi juga sekaligus mengunjungi masjid terkenal yang ada di sana, yakni Masjid Jame’ Asr Hassanil Bolkiah, lalu kemudian berkendara perahu cepat menyusuri Kampong Ayer, dan setelahnya menikmati pasar malam tradisionalnya.

Mengenai itinerary dan harga paket ini, Anda bisa melihatnya dalam tautan ini. Yuk terbang ke Brunei. [teks @bartno | foto ist]

SHARE