Cara mencegah pertengkaran sibling rivalry

0
144

Saat Anda menyambut member baru dalam keluarga, terbayangkan anak-anak akan tumbuh besar bersama, saling menyayangi dan menjadi sahabat satu sama lain. Namun, ternyata yang Anda hadapi justru sibling rivalry ; pertengkaran, rebutan, atau malah adu fisik.

Gimana¬†ya, membuat hubungan harmonis antar anak-anak tanpa membuat Anda stres? Ini dia tipsnya dari Dr. Laura Markham, pengarang buku ‘Peaceful Parent, Happy Siblings’.

Teriakan Anda tak ada gunanya
Saat emosi memuncak, kemarahan memang dirasa satu-satunya jalan untuk didengar. Namun, ternyata cara ini useless alias tak berguna dan buang-buang tenaga.

Ingat, Anda adalah panutan untuk mereka, beri contoh yang baik dengan mengajarkan sabar. Ingatkan, bahwa mereka boleh mengekspresikan kemarahan tanpa menyakiti yang lain secara fisik maupun verbal.

Ajarkan anak untuk empati
Empati adalah pondasi awal sebuah keluarga yang harmonis. Begitupula dengan anak. Coba berada di posisi mereka seraya bertanya, “kamu marah? boleh marah, tapi tidak boleh pukul adik, ya” atau sekedar “Adik jatuh, tuh pasti sakit ya. Peluk, yuk.”

Jangan paksa anak untuk minta maaf – terlalu cepat
Sebuah penelitian menemukan bahwa ucapan maaf saat masih marah, tidak bisa memperbaiki sebuah hubungan, justru malah menciptakan dendam.

Tunggu sampai anak tenang, lalu perlahan bereskan masalah bersama. Bisa dengan permintaan maaf, saling membetulkan mainan yang rusak, atau saling berjanji akan lebih baik ke depannya.

Sabar, sabar dan sabar
Seorang Ibu memang harus punya sabar yang luar biasa. Sedetik Anda keluar dari kamar, saat kembali anak-anak sedang rebutan mainan atau adu fisik karena sesuatu hal. Semua Ibu pasti mengalaminya. Saat hal ini terjadi, dan emosi Anda mulai memuncak, lakukan:

  • Stop, singkirkan (apapun yang sedang Anda lakukan), hela nafas
  • Anda tak perlu menyudutkan siapa yang salah, hanya perlu menjauhkan mereka dari kekerasan satu sama lain.
  • Dengarkan dua belah pihak, baik kakak maupun adik. Jangan intervensi hingga mereka selesai berbicara.
  • Ajarkan mereka untuk sama-sama mencari solusinya. Setelah itu, baru ungkapkan pendapat Anda.

Semua cara sudah dicoba namun belum berhasil? Well, mengajarkan anak lagi-lagi harus penuh kesabaran dan yang terpenting konsisten. Terus mengulang akan membuat anak semakin ingat dan pasti menjadi lebih baik! [Teks Mindy Paramita/popsugar.com | foto dailytimesgazette.com]

SHARE