Wayang Bocor, ada wayang, ada orang, ada lucu

0
134
PENTAS WAYANG BOCOR , DIMISCALL LELUHUR - ARS MANAGEMENT

Wayang adalah seni pertunjukkan drama dengan lakon-lakon boneka yang terbuat dari kulit sapi, atau bahan lainnya.

Tapi yang ini, Wayang Bocor, bukan hanya terbuat dari kulit sapi, tapi juga ada campuran teatrikalnya. Ketika sang pemain juga muncul sebagai lakon baru dalam wujud aslinya.

Wayang Bocor dimulai sejak tahun 2008 dan merupakan proyek penciptaan karya pertunjukkan wayang kontemporer yang terinspirasi dari wayang kulit tradisional.

Namun pakem pertunjukkan wayang tradisi tetap dihadirkan, yaitu permainan wayang dalam bayangan dengan menggunakan kelir dan sorot lampu.

Proyek ide kreatif dari Eko Nugroho ini melibatkan para seniman mulai dari penulis naskah, sutradara, manajer produksi, penata lampu, sampai penata musik yang memadukan unsur tradisi dalam pertunjukkan wayang kontemporer sehingga menghasilkan pertunjukkan baru dan segar.

Untuk pertunjukkannya kali ini, di Sabtu [10/10] kemarin, di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Wayang Bocor membawakan titel “Dimisscall Leluhur”.

Bercerita tentang sebuah desa yang memiliki pohon tua yang tiba-tiba berpenghuni dan warga desa pun gempar.

Lakon dimulai lewat seorang pria yang menceritakan bagaimana seremonial sebelum memulai pertunjukkannya.

Lalu kemudian layar putih itu pun bercerita, ada seorang ibu yang gemas melihat berita-berita kriminal yang menyedihkan, kemudian bersama sang ayah, resah dengan perilaku anaknya.

Seiring dengan kehadiran ‘penghuni pohon tua’, kejadian-kejadian aneh menghantui kehidupan sehari-hari warga desa. Hingga suatu saat seorang anak remaja hilang tanpa jejak.

Cerita disajikan secara jenaka dan dengan sisipan bahasa jawa, dan berakhir tanpa ‘titik’. Masih meninggalkan ‘koma’, ke mana si anak ‘remaja?’

Meski begitu, semua pengunjung terhibur. Tawa selalu ada di setiap adegan yang mereka buat. Wayang Bocor, memang ‘bocor’!

Pagelaran ini, sekaligus menutup rangkaian acara HUT Galeri Indonesia Kaya yang kedua. [teks @bartno | foto dok. GIK]

SHARE