Rihanna: “Rasisme di perindustrian musik tidak pernah berakhir”

0
116

Hit maker “Umbrella” ini mengungkapkan masih adanya rasis dan asumsi negatif orang dari warna kulit Rihanna.

“Aku harus segera menghentikan pemikiran orang yang menilai seseorang dari tampilannya, orang-orang itu telah berpikir bahwa orang berkulit hitam adalah orang yang berandalan,” ungkap Rihanna

“Bagiku, ini adalah sebuah isu, bagaimana orang-orang bisa menilai diriku tanpa mengenal aku, mereka hanya menilai dari tampilanku saja,” cerita Rihanna kepada The New York Times, belum lama ini.

“Saat aku memulai pengalaman yang berbeda, atau ingin mempercepat proses bisnisku, sikap rasisme yang aku terima tidak pernah ada akhirnya. Hal itu membuatku ingin membuktikan orang-orang itu salah menilaiku. Hal semacam ini selalu mengejutkan diriku. Aku tahu apa yang mereka ekspektasikan dan aku tidak sabar untuk menunjukkan lebih dari apa yang mereka ekspektasikan,” jelas Rihanna

Minggu lalu, Rihanna mengumumkan album terbarunya “Anti” yang akan dirilis di Mama Gallery, tepatnya di Los Angeles Art District.

Rihanna mengungkapkan akan ada tulisan yang bertuliskan “a person opposed to a particular policy, activity or idea.”

“Dengan kolaborasinya bersama Roy Nachum, Rihanna telah mengubah sejarah album seni. Rihanna mengerjakan album barunya ini dengan pemikirannya sendiri, keinginannya untuk memberikan sebuah dampak dari yang publik ekspektasikan,” seperti yang dilansir di nme.com

Tampaknya Rihanna sedang berusaha untuk membuktikan kepada semua orang yang bersikap rasis agar tidak menilai orang dari penampilannya, tapi dari hasil yang didapatkan orang tersebut. « [teks Jane Gunawan/nme.com | foto: nme.com]

SHARE