The Captain: Satya Saptaputra COO PT Garasindo Inter Global

0
152

Dahulu, Garasindo cuma sebuah bengkel seperti bengkel pada umumnya. Kini, setelah lebih dari 10 tahun, PT Garasindo Inter Global menjelma nomor 3 dalam segmen mobil premium.

Semula hanya satu brand Chrysler yang dipegangnya. Sekarang, Garasindo memegang brand Fiat, Alfa Romeo, Jeep, Dodge, Peugeot Scooters, dan Zero Motorcycles.

Bagaimana awal mula perjalanan sukses Garasindo? Berikut jawaban langsung dari Chief Operating Officer PT Garasindo Inter Global, dalam program The Captain, di awal Oktober ini yang dipandu Fika Rosemary.

Awal
“Kalau nggak salah berdiri itu pada 2004-2005. Ketika saat itu banyak mobil Importir Umum [IU] yang lagi booming, tapi ATPM [Agen Tunggal Pemegang Merek] tidak bersedia men-service mobil-mobil itu.

Untuk mengatasi itu Pemerintah mengeluarkan regulasi bahwa semua kendaraan yang diimport harus memiliki warranty. Disitulah Garasindo melihat peluang. Diciptakanlah namanya Automotive Warranty Contract. Jadi semua mobil import umum, yang menyediakan warranty contract-nya hanya Garasindo. Disitulah mulanya.”

Chrysler
“Setelah pisah antara Chrysler dan Mercedes Benz, dan belum ada ATPM Chrysler di sini, Garasindo coba apply untuk menjadi ATPM-nya di tahun 2008. Dan baru pada tahun 2009 izin itu didapatkan.

“Namun tak bisa jualan waktu itu, karena Chrysler dinilai bangkrut dan terjadi take over oleh Fiat. Baru setelah nama baru muncul yaitu, Fiat Chrysler Automobile, di tahun 2010 Garasindo sudah bisa jualan.

“Di tahun pertama cuma 80 mobil, tahun kedua mencapai 200, dan mulai ekspansi setelah itu, sehingga di tahun-tahun berikutnya terus meningkat. Hingga pada 2013 kemarin sudah mendekati 1600 unit.

Strategi hadapi daya beli yang turun
“Kita mengenalkan line up yang lebih murah. Seperti kemarin di IIMS, kita kenalkan line Jeep dengan engine yang lebih kecil dan dengan kualitas premiumnya yang masih terjaga.”

Gaya kepemimpinan
“Terbuka. Dalam arti saya sangat menghargai masukan. Karena yang paling saya takuti adalah jadi pemimpin yang ditakuti. Begitu ditakuti, sehingga nggak dapat input dari tim saya. Because your are only as successful as your team. Begitu mereka takut sama saya, saya nggak dapat input, kalau saya bikin salah, nggak ada yang kasih tahu.

Jadi, your biggest asset is actually the input of your team karena nobody successful by them self. You always need a team to be successful, even if you are celebrity or writer, because at the end, you need the publisher, you need somebody who can promote your book. Jadi as a leader I think this is my style, I very open, I very-very much need my team input, and I make sure they are feeling comfortable and feel free to give me input, even when we argue.”

Bisnis dalam 3 kata
“Quality, value, and service. Karena apapun yang kamu lakukan dalam bisnis, tiga hal ini selalu melekat.”

Sumber:

Brava

SHARE