Lady Gaga mengalami depresi dan ketakutan selama hidupnya

0
154

Pop star ini berbicara tentang kinerjanya dengan yayasan itu, yang dibentuk untuk membantu kesejahteraan anak-anak muda.

Menurut Lady Gaga, “the internet is a toilet” dan ada hubungannya dengan depresi, saat depresi waktu yang kita habiskan adalah dengan online.

Saat ditanya mengapa Lady Gaga membentuk yayasan ini, Gaga menjawab, “Selama bertahun-tahun aku menghabiskan waktuku melihat bagaimana para penggemarku tumbuh dan aku melihat ada masalah di dalam mereka saat mereka menghadapi hidup. Banyak dari mereka yang masih sangat muda: 11-17 tahun yang mengalami kekacauan,” kata Gaga.

“Mereka menceritakan kehidupan mereka dan banyak dari mereka yang hidup dalam kegelapan. Saat aku mulai untuk peduli dengan mereka dan aku menyadari ada diriku di dalam kisah mereka, aku merasa bahwa aku harus melakukan sesuatu untuk mengingatkan anak-anak bahwa mereka tidak sendirian. Saat mereka merasa terasingkan, itu yang mengarahkan mereka untuk bunuh diri,” jelasnya

Tahun 2011, penggemar Gaga yang berusia 14 tahun bernama Jordey Rodemeyer, membunuh dirinya sendiri setelah di-bully karena sexuality di sekolahnya. Kepada Billboard, pop star ini mengatakan ini salah satu kecelakaan yang menimpa penggemarnya yang membuat dirinya sadar kalau anak-anak muda ini membutuhkan bantuannya.

“Ada sesuatu yang terjadi di kehidupan kita sekarang, dengan handphone kita dan orang-orang tidak melihat mata saat berbicara, serta tidak benar-benar ada saat bertemu, itu yang membuat anak-anak merasa terasingkan,” cerita Gaga

“Aku mengalami depresi dan ketakutan di dalam hidupku, aku masih mengalaminya setiap hari. Aku ingin anak-anak ini mengetahui bahwa apa yang mereka rasakan adalah normal. Kita lahir dengan cara seperti itu. Zaman modern ini, ketika semua orang berperasaan dangkal dan kurang berkomunikasi? Itu bukan manusia,” ungkap hit maker ‘Bad Romance’ ini.  « [teks Jane Gunawan/nme.com | foto: nme]

SHARE