10 alasan sulit turun berat badan pasca lahiran

0
269

Heran dengan berat badan yang tak kunjung turun pasca lahiran? Berikut 10 faktor mengapa Anda masih terjebak di berat badan yang sama pasca melahirkan beberapa bulan atau tahun yang lalu.

Tak ada waktu untuk olahraga
Cukup masuk akal, lantaran menjadi seorang Ibu dirasa 24 jam tak pernah cukup. Jika Anda bekerja, sempatkan waktu sebelum atau sesudah bekerja. Anda seorang Ibu rumah tangga? Saatnya mencuri waktu sejenak untuk sempatkan olahraga.

Anda (tak sengaja) makan (lagi)
Kira-kira seperti ini: Anda membuatkan anak makan malam, dan terpaksa menghabiskan sisa makanannya. Lalu menidurkan mereka dan bersiap untuk makan malam bersama pasangan. Tanpa disadari, Anda telah makan berkali-kali!

Dan lagi..
… setelah melepas lelah pulang kantor, atau kelar urusan rumah, Andapun lapar (lagi) di atas jam sembilan. Padahal semua makanan yang masuk setelah jam tujuh malam, akan sangat mudah terserap oleh tubuh.

Anda tak lagi menyusui
Jika Anda menyusui secara eksklusif, Anda mungkin menyadari keuntungan darinya adalah dapat membakar 380 hingga 600 kalori per hari. Saat tak lagi menyusui? Berat badan, sayangnya akan mulai menanjak kembali. Tak adil, memang.

Berjalan menyusuri taman dengan stroller terlihat seperti olahraga, namun..
.. ternyata tak banyak kalori yang terbuang. Jalan selama 60 menit (dengan selingan jalan cepat 15 menit/mil) bisa membakar 243 kalori. Untuk menurunkan berat badan yang maksimal, Anda setidaknya perlu membakar setidaknya 500 kalori per hari!

Too much of a good thing is still too much
Anda sudah makan makanan sehat, namun tetap saja berat badan tak berkurang? Mungkin masalah terletak pada porsi makannya. Karena porsi yang banyak untuk asupan sehat, sama saja bohong.

Kurang tidur
Sebuah penelitian American Journal of Epidemiology menemukan bahwa 32 persen wanita yang tidur selama lima jam atau kurang, akan lebih mudah naik berat badan. Saat bayi atau anak tidur, sempatkan juga untuk menutup mata dan beristirahat.

Cara baru kencan bersama pasangan
Untuk orangtua baru, ide kencan malam minggu berubah menjadi obrolan santai di sofa dan pesan makan antar. Alih-alih memesan makanan cepat saji penuh dengan minyak, coba makanan buatan sendiri menggunakan beras merah.

Melewatkan waku sarapan
Tak ada yang lebih stres dari seorang Ibu di pagi hari. Namun, sarapan itu perlu. Selain untuk badan yang lebih sehat, sarapan bisa menjauhkan Anda dari keinginan untuk cemilan tak sehat.

Pakaian yang salah
Menggunakan pakaian sewaktu hamil atau saat badan menggemuk, bisa mengurangi motivasi menurunkan berat badan karena Anda sudah merasa nyaman di dalamnya.

Saat ini, semua tentang dan untuk sang buah hati. Namun, Ibu yang sehat dan bahagia akan menuntun pada keluarga yang sehat dan bahagia pula. Isi tubuh dengan asupan sehat dengan porsi yang seimbang. Dengan begitu, berat badan akan turun dengan lebih mudah! [teks Mindy Paramita/popsugar.com | foto theallium.com]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE