‘Menanti Arah’ Glenn Fredly sukses besar

0
129

Perayaan 20 tahun perjalanan Glenn Fredly di dunia musik, dalam konser bertajuk ‘Menanti Arah‘ yang diadakan di Istora, Senayan, Sabtu kemarin [17/10], bisa dibilang sukses besar.

Hampir seluruh penonton berhasil dibuatnya terbuai, bergoyang, dan bernyanyi bersama lagu-lagu yang pernah menjadi hits di negeri ini.

Konser yang dimulai tepat pada jam 20.20 ini dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan disusul dengan VT yang menggambarkan para musisi di tahun ’90an.

Tak lama kemudian muncul Glenn Fredly yang keluar mengendarai sepeda mengelilingi panggung. Sepeda berwarna merah tersebut merupakan simbol, bahwa seorang Glenn Fredly tumbuh di era ’90an, dan musikalitasnya banyak dipengaruhi oleh genre musik pada masa itu.

Glenn tampil mengenakan blazer merah dan celana dengan motif batik, berhasil memukau para penonton yang menyanyikan lagu ‘You’re My Everything’ sebagai lagu pembuka pada malam itu.

Konser yang bernuansa serba merah tersebut, memiliki panggung yang dibuat melingkar (360′ center stage) serta efek lampu dan audio visual yang belum pernah dilakukan pada konser-konser sebelumnya.

Sehingga seluruh penonton bisa melihat dengan jelas ke arah panggung. Konsep panggung melingkar merupakan salah satu filosofi menanti arah, yaitu semua orang bisa melihat ke segala arah dan dapat melihat satu sama lain.

“Dengan panggung bulat seperti ini, saya bisa melihat ke segala arah dan ini sesuai dengan konsep ‘Menanti Arah’. ini artinya bahwa saya harus melihat semua sisi sebelum menentukan akan kemana saya melangkah ke depannya,” ucap Glenn pada mini press conference setelah konser berlangsung.

Malam hari itu Glenn membawakan sekitar 20 lagu dari album-albumnya yang menjadi simbol dari perjalanan kariernya selama 20 tahun di Industri musik Indonesia. Banyak sekali kejadian menarik yang terjadi di atas panggung, dan membuat suasana konser semakin luar biasa.

Salah satu yang menarik adalah, Glenn kembali satu panggung bersama band pertamanya ‘Funk Section’. Dan lagu ‘Kasih Putih’ menjadi penutup pada konser ‘Menanti Arah’ tersebut.

Selama 20 tahun Glenn Fredly berkarier telah banyak hal yang dialami oleh penyanyi asal Ambon tersebut, dan bukanlah waktu yang singkat untuk membangun karier. Namun selama itu, ia menyatakan bahwa ia masih tetap menanti akan kemana arah perjalanan kariernya ke depan.

“Konsep konser ‘Menanti Arah’ menggambarkan napak tilas saya selama 20 tahun di dunia musik dengan segala perjuangannya. Bagaimana saya melewati masa-masa yang tidak mudah selama berkarir, termasuk perjuangan yang dialami industri musik itu sendiri. Pembajakan masih menjadi masalah serius yang tetap terjadi saat ini. Jadi saya masih menanti arah akan ke mana karir saya ke depan dan akan bagaimana industri musik Indonesia di masa mendatang,” jelas Glenn lagi.

Semoga pesan dari konser ‘Menanti Arah’ yang merupakan persembahan konser untuk musik Indonesia dapat tersampaikan dan diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.

They Say:

1. Magdalena Solagracia [22] – mahasiswi [@cocasolaa]
Mengenai konser ini?
“Beyond Expectation! Menurut gue konser ini membuat Glenn menjadi spotlight, dan musiknya sangat konsisten dengan musik-musik Glenn sebelumnya yang menunjukan konsistensi ia selama 20 tahun berkarya.

“Hal yang paling membuat gue Amaze adalah ternyata konser ‘Menanti Arah’ ini memiliki visi nasionalisme. Ia sebagai musisi tanah air mempunyai kerinduan untuk membangun bangsa melalui karya-karyanya dan memotivasi anak-anak muda agar memiliki visi, harapan serta tujuan yang sama untuk membangun bangsa Indonesia.”

Moment ‘terpecah’ di pertunjukkan ini?
“Ada dua nih. Pertama itu menurut gue ketika muncul Glorify Choir nyanyi bareng Glenn lagu ‘Karena Cinta’ dan ‘Salam Bagi Sahabat’ atmosfernya berasa banget kebersamaan dan solidaritas rasa cinta untuk membangun bangsa di generasi muda.

“Yang kedua, bagian terakhir pecah banget pas Glenn minta penonton nyalahin HP dan nyanyi ‘Kasih Putih’ sampai meneteskan air mata, itu menurut gue, Glenn menunjukan kesungguhan dan kecintaannya dalam bermusik.”

2. Sjilaa Qirsten [20] mahasiswi [@sjilaaqirsten]
Mengenai konser ini?
“Pecah Banget.”

Moment ‘terpecah’ di pertunjukkan ini?
“Banyak Banget, terutama opening-nya bawain lagu ‘You’re my Everything’, terus saat dia baca puisi dan muncul Glorify Choir, bagian lagu ‘kasih Putih’ sama ‘Cukup Sudah’, sama lagu ‘Rame-Rame’ pas Glenn naik ke atas piano.”

3. Magdalena Rouli Hutahaean [24] – produser radio [@roulihutahaean]
Mengenai konser ini?
“Konser 20 tahun Glenn cukup keren. Apalagi untuk generasi ’90an dan juga semua penggemar Glenn, ngobatin rasa kangen banget.

Songlist-nya buat nostalgia, dia bawain lagu-lagu dari album pertamanya sampai yang terakhir, aransemen musiknya bagus, dan dibuat berbeda dengan lagunya yang ada di album. Ditambah lagi Glenn juga bawa Funk Section untuk main bareng bikin semakin nostalgia pada zamannya hahaha.

Videographer-nya juga keren, SALUTE buat Glenn semoga dengan ini bisa buat seluruh musisi Indonesia terus berkarya.”

Moment ‘terpecah’ di pertunjukkan ini?
“Saat Glenn introduce arti dari ‘Menanti Arah’, dan saat dia nyanyi lagu ‘Rame-Rame’ yang Glenn sampai naik ke atas Pianonya. PECAH banget sih.”

4. Michele Natasha [25] – karyawati [@anineong]
Mengenai konser ini?
“Spektakuler.”

Moment ‘terpecah’ di pertunjukkan ini?
“Saat tidak ada cahaya selain dari hp yang mengiringi lagu ‘Kasih Putih’.”

5. Lia + Deny [24] – karyawati [@denynugroho]
Mengenai konser ini?
“Memorable.”

Moment ‘terpecah’ di pertunjukkan ini?
“Lagu ‘Kasih Putih’ terasa lebih dalam sambil diiringi cahaya hp semua penonton.”

6. Putri [24] – karyawati [@putriicindra]
Mengenai konser ini?
“Konsernya amazing.”

Moment ‘terpecah’ di pertunjukkan ini?
“Moment paling menarik pas part ‘Kasih Putih’.”

7. Dessie [23] – karyawati [@dessie_ws]
Mengenai konser ini?
“Konsernya luar biasa.”

Moment ‘terpecah’ di pertunjukkan ini?
“Pada saat lagu ‘Kasih Putih’ dengan cahaya hp penonton dan saat lagu ‘Cukup Sudah’.”

[teks Raina Farisya | foto @bartno]

SHARE