Are you happy? Hal mengenai mengukur kebahagiaan

0
96

Are you happy? Sesimpel itu ternyata pertanyaan yang sering diajukan Alexander Sriewijono penulis buku ‘Career Handbook’ dan pendiri ‘Daily Meaning’ di setiap workshop-nya untuk para leaders.

Menurutnya, “kalau leaders nggak happy bagaimana dia bisa menggiring timnya lebih keren lagi, lebih kreatif lagi. Karena happiness bisa di bawa ke mana-mana.”

Apakah Cosmoners sudah mengetahui, bahwa Bhutan negara tetangga kita mengukur tingkat kesejahteraan negaranya bukan dari GDP, tetapi dari Gross National Happiness [GNH].

Ada 9 hal yang menjadi tolak ukur Bhutan untuk GNH-nya ini, yaitu:

1. Happiness – physical
2. Mental and spiritual health
3. Time-balance
4. Social and community vitality
5. Cultural vitality
6. Education
7. Living standards
8. Good governance
9. Ecological vitality

Tetapi bukan 9-9-nya yang mutlak bagi setiap warga negara Bhutan. Hanya cukup 2/3 dari 9 hal itu saja, orang sudah dianggap mencapai happiness index-nya.

Menurut Alex, “6 dari 9 hal tersebut yang tergantung dari ‘what matters most’-nya. Itu buat saya interesting. Mengapa? Karena orang diajak untuk berpikir, ‘what matters most‘ dalam hidupnya, ‘what matters most‘ dalam kehidupan karirnya dia.

Nggak semua orang lho ingin mencapai posisi tertinggi, tapi bisa saja ada orang ingin merasakan perannya dia ,bukan posisinya dia. Nggak semua orang juga mencari duit dan duit. Memang duit itu penting, tapi ada yang mencari mengenai apa yang bisa dia lakukan dari apa yang dia punyai, baik itu dari posisinya atau authority-nya, atau apapun itu.”

Jadi, Alex kembali menekankan, “Sehingga sekali lagi, mulai kita pikirkan happiness index kita, tanpa perlu menjadi sebuah negara Bhutan untuk mengukurnya?”

Nah, sudah ketemukah jawabannya untuk pertanyaan are you happy?

[teks @bartno | foto innerdoorcenterblog.wordpress.com]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE