Kisah Kelly Tandiono dalam Bali Marathon 2015 & Papua

0
164

Wanita cantik kelahiran Singapura, 28 Oktober 1986 ini, tidak hanya disibukkan dengan aktivitas modelling dan akting. Namun dalam kesehariannya, Kelly juga aktif dalam kegiatan sosial, seperti Rumah Pandai yang didirikan oleh desainer, Kanaya Tabita.

Dalam Bali Marathon 2015 yang diselenggarakan pada tanggal 30 Agustus lalu, Kelly berhasil meraih juara ke-2. Menariknya, semua dana yang ia peroleh diberikan untuk membangun Papua, khususnya di wilayah Sota.

Sebelum mengikuti Bali Marathon 2015, Kelly mengaku bahwa dirinya latihan selama 1 bulan khusus untuk Bali Marathon 2015, “Aku memang ada latihan selama 1 bulan, latihan dulu 5 putaran, 10 putaran, pokoknya tiap hari lari bareng teman-teman. Jadi benar-benar pas di Bali Marathon itu semangat banget, karena pikiran aku hanya untuk membantu Papua.” kata Kelly kepada cosmopolitan FM dalam program Diary Dave bersama Dave Hendrik, beberapa waktu lalu.

Kelly yang sudah bergabung di Rumah Pandai selama 2 tahun, menceritakan bagaimana dirinya sudah ke tempat- tempat pengungsian, seperti di Sinabung dan menjatuhkan pilihan kepada Papua, sebagai wilayah yang ingin ia bangun.

“Sudah ada 6 Rumah Pandai yang berdiri di beberapa wilayah di Indonesia. Dan bunda Kanaya kemarin juga ingin membangun 1 Rumah Pandai di Papua,” kata Kelly

“Di sana mereka memang butuh bantuan, kita ke sana, melihat bagaimana keadaannya, dan keadaan mereka di sana memang sangat miris, kelaparan, terutama di distrik Sota yang memang di perbatasan, yang cuacanya sangat buruk. Kadang panen, kadang tidak bisa panen. Jadi, kalau tidak panen, ya mereka kelaparan, bahkan ada yang wafat,” jelas Kelly

“Di Papua juga tidak ada foodbank, jadi kita di sana juga tidak hanya membangun Rumah Pandai, tapi juga ingin bangun foodbank. Misalnya di sana ada panen, mereka bisa setor hasil panennya di foodbank, jadi kalau besoknya gagal panen, mereka masih ada stok makanan di foodbank,” tambah wanita yang sebentar lagi akan menginjak usia ke-29 tahun

“Rumah Pandai sendiri itu bukan belajar pelajaran kayak di sekolah, tapi lebih berkontribusi ke pemberdayaan, seperti belajar pertanian dan macam-macam. Tergantung mereka butuhnya apa dan mereka sukanya bidang apa, jadi kita mengajarkan mereka untuk lebih independent,“ujar Kelly

“Kita di sana bukan charity, tapi we’re a solution for them. Kita membantu mencerdaskan dan mensejahterakan bangsa Indonesia,” cerita Kelly dengan semangat. [teks Jane Gunawan/cosmopolitanfm | foto ghiboo]