Bracelet Of Hope, aksi sosial untuk para penderita kanker

0
131

Bracelet Of Hope merupakan sebuah bentuk solidaritas antar sesama, terutama kepada saudara-saudara kita yang terkena kanker. Gerakan solidaritas ini dimotori oleh Wulan Guritno, Amanda Soekasah, Janna Soekasah Joesoef, dan Dimas Beck, pada Oktober 2014.

Ketiga wanita pioner dari Bracelet Of Hope ini datang ke studio Brava Radio 103.8 FM untuk menyebarkan kisah mereka tentang aktivitas sosialnya, yang dipandu oleh Fika Rosemary dan Rudi Rusli, dan semoga G-Readers juga bisa turut berpartisipasi.

Bracelet Of Hope dibuat dari kain jumputan yang diolah sedemikian rupa sehingga menjadi gelang yang menarik dan trendi untuk bisa digunakan siapa saja. Harganya IDR 100.000, dan 100 persen keuntungannya digunakan untuk kegiatan sosial terutama untuk membantu para penderita kanker.

Menurut Wulan, antusias masyarakat Indonesia untuk membeli gelang ini begitu tinggi, “Peminatnya banyak, tapi karena pembuatannya handmade dan produksinya terbatas, kita tak bisa memenuhi semua pesanan.”

Supaya gerakan ini terus berkembang, Wulan memperkenalkan konsep aksi sosial mereka. “Kita menggunakan format care entertainment. Kita membuat sesuatu yang dekat dengan masyarakat, ringan dan fun, tapi selalu ada pesan mulianya di situ.”

Diawali dari bracelet of hope, kegiatan sosial mereka berkembang menjadi:
Journey of Hope: “Selain menyalurkan langsung ke yayasan-yayasan kanker di Indonesia, kita juga turun langsung ke daerah-daerah memberikan bantuan dalam tema ‘Journey Of Hope’, jelas Janna.

Room of Hope: “Sebuah ruangan untuk para pasien kanker supaya bisa menunggu lebih nyaman. Dan di tempat itu pula rencanannya kita akan training mereka untuk membuat gelang ini. Dari gelang ini mereka bisa mendapat IDR 5000. Jadi dari mereka untuk mereka,” jelas Wulan.

Film I’am Hope: “Produsernya kita bertiga, dan sutradaranya suama saya Adila Dimitri. Akan tayang di 4 Februari 2016 bertepatan dengan hari kanker dunia, dan bagi yang membeli tiketnya nanti, berarti mereka juga sudah menyumbang untuk para penderita kanker,” ungkap Wulan.

CD soundtrack I’am Hope: “Karena kita banyak teman penyanyi dan musisi lain yang menyumbang lagu, salah satunya yang pasti adalah Aditya lewat lagu ‘Bertahanlah’. Musisi lainnya biar menjadi surprise nanti,” jelas Wulan.

Konser The Hope: “Konser ini akan digelar 13 Februari tahun depan,” ungkap Wulan lagi.

Belum lama ini pada 11 Oktober kemarin di Central Park, Jakarta, Bracelet of Hope berhasil memecahkan rekor MURI dengan membuat 2.000 orang berpegangan bersama. Dalam event itu dimeriahkan pula oleh penyanyi asal Inggris, Jess Glynne.

Ingin menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan sosial dari Bracelet Of Hope ini? Silakan ikuti instagram mereka di @gelangharapan dan di YouTube di Gelang Harapan. Lewat akun media sosial mereka itu, Anda juga bisa membeli gelang harapan tersebut. [teks @bartno | foto dok. Brava]

SHARE