Kenapa bau keringat kita berbeda-beda?

0
175

Negara tropis seperti Indonesia pasti menyebabkan semua penduduknya selalu berkeringat, ditambah aktivitas setiap hari yang mengharuskan kita selalu melakukan gerakan mulai dari yang sederhana hingga yang berat.

Keringat dengan bau tak sedap tentunya mengganggu penampilan seseorang. Bau badan biasanya terjadi pada daerah lipatan kulit seperti ketiak, sela jari kaki, lipatan panggul, lipatah paha, dan lainnya.

“Saat melakukan setiap gerakan maka secara alami otot akan berkontraksi dan suhu tubuh akan meningkat, terlebih apabila melakukan gerakan berintensitas tinggi, hal ini lah yang memicu keluarnya keringat untuk menurunkan suhu tubuh,” terang dr Grace Tumbelaka SpKO, spesialis kedokteran olahraga saat konferensi pers Rexona MotionSense, di FX Jakarta [28/10].

Beberapa makanan memang dipercaya dapat meningkatkan bau badan, tapi itu bersifat individual. Kita pasti memiliki bau keringat yang berbeda-beda, ada yang asam, pahit, kecut, hingga menyebabkan noda kuning pada pakaian.

Keringat itu ada dua jenis, jenis yang berasal dari emosional dan dari aktivitas. Kita akan mengeluarkan zat-zat yang dipicu oleh stres, ini biasa terjadi pada telapak tangan dan kaki. Lalu berkeringat karena aktivitas sehari-hari seperti berolahraga, bekerja, belajar, bermain, dll.

Kedua jenis keringat yang keluar dari tubuh kita ini dihasilkan oleh kelenjar ekrin dan apokrin. Ekrin adalah kelenjar yang terdapat hampir di seluruh permukaan kulit, dan keringat yang dihasilkan berfungsi untuk mengeluarkan sisa metabolisme serta mengatur suhu tubuh.

Sedangkan kelenjar apokrin berpusat di daerah lipat-lipatan pada tubuh, selain mengandung cairan dan elektrolit, apokrin juga mengandung lemak dan protein. Inilah yang disukai oleh bakteri, jika bakteri bertemu dengan lemak dan protein maka akan timbul bau pada daerah yang berkeringat.

Jenis bakteri yang berkembang berbeda-beda pada setiap orang, begitu pun produksi lemak dan proteinnya. Ini yang menyebabkan bau keringat pada setiap orang tidak selalu sama.

“Bau badan biasa terjadi pada lipatan ketiak, paha dan panggul. Terdapat kelenjar apokrin dan ekrin pada keringat kita. Apokrin merupakan kelenjar yang paling aktif yang biasanya ada di ketiak dan bagian lipatan lain.

“Apokrin mengandung lemak dan protein, dan kalau ketemu dengan bakteri dia jadi bau. Kenapa ada yang bau ada yang tidak, itu karena jenis bakteri yang berkembang serta komposisi lemak dan protein pada tubuh kita berbeda-beda, makanya ini bersifat individual,” sambung dr Grace Tumbelaka SpKO.

Ada dua cara utama yang bisa kita lakukan untuk terhindar dari bau badan, pertama ialah, selalu menjaga kebersihan badan kita dengan mandi 2 kali sehari atau sesuai kebutuhan, kemudian pakailah deodoran yang berguna menahan keringat pada daerah ketiak. Pilihlah deodoran yang yang sudah terjamin keamanan dan kegunaannya, seperti Rexona MotionSense yang memiliki teknologi formula microcapsule unik dengan keharuman yang pecah saat kita bergerak. [teks @uliafr | foto essentialoilsinformer.com ]

SHARE