Seni tari Jawa klasik ‘Lelangen Beksan’ dipentaskan di Jakarta

0
171
Lelangen Beksan

Sebuah pertunjukkan bertajuk ‘Lelangen Beksan’ yang mengangkat seni tari tradisional Jawa klasik, dipentaskan sore tadi di Galeri Indonesia Kaya [GIK], Grand Indonesia, Jakarta, yang merupakan hasil kerjasama Sanggar Tari Padnecwara dan GIK.

Pertunjukkan tersebut melibatkan lintas generasi, berangkat dari semangat ‘kembali ke mata air, kembali ke tradisi, dan menggali kemurnian melalui seni.’

Pertunjukkan yang dipersembahkan oleh sanggar tari Padnecwara ini merupakan wujud konkrit pelestarian kesenian tari Jawa Klasik.

Pertunjukkan ini juga menyisipkan pesan moral bahwa setiap generasi penerus bangsa sudah sepatutnya menumbuhkan rasa memiliki akan kesenian tari Jawa klasik yang merupakan bagian dari kekayaan seni budaya Indonesia, agar kesenian ini terus terjaga.

Seni tari ini dibuka dengan tari ‘Sekar Puri’ yang merupakan hasil kreasi sang Pembina Sanggar Tari Padnecwara, Retno Maruti.

Beliau adalah seorang maestro tari Jawa klasik yang mengembangkan tari Jawa klasik yang terkesan kuno, menjadi lebih modern. Tari ‘Sekar Puri’ menggambarkan karakter seorang wanita yang gemulai, namun cekatan.

Berikutnya, sanggar tari Padnecwara membawakan sebuah tarian yang menggambarkan keperkasaan seorang prajurit yang berlatih kanuraga, untuk menjaga keutuhan negara. Karya bertajuk ‘Eko Prawiro’ ini disusun oleh S. Maridi.

Setelah itu masih ada karya tari Jawa klasik seperti ‘Catur Sagatra’ dan juga ‘Satguna Retna’.

“Seperti kita ketahui, seni tari Jawa klasik merupakan salah satu warisan seni budaya Indonesia yang kian mendunia. Tidak hanya seniman asli negeri sendiri yang turut mempelajari dan melestarikan seni Jawa klasik, seniman dari luar negeri pun turut serta memperkenalkan seni tari Jawa klasik yang sangat menjaga pakem-pakemnya hingga saat ini. Saya harap dengan adanya pertunjukkan ini, semakin banyak masyarakat yang terpanggil untuk lebih menggali dan menginovasi seni tari Jawa klasik tanpa meninggalkan akar budaya yang terkandung di dalamnya,” tutur Retno Maruti.

Kegiatan-kegiatan seni seperti ini rutin dilakukan GIK setiap akhir pekan. G-Readers tertarik untuk melihat secara langsung seniman-seniman tanah air berkarya? Silakan lihat jadwalnya di laman Indonesiakaya.com. [foto dok.GIK]

SHARE