Benarkah olahraga dapat memperlambat penuaan?

0
868

Menjadi tua sudah kodrat manusia. Tetapi siapa yang tak ingin terus terlihat muda?

Beberapa penelitian pun coba mencari tahu, apa faktor yang menyebabkan manusia menjadi tua, dan coba mencari cara untuk memperlambat atau bahkan mencegahnya.

Lewat suatu penelitian serius mengenai hal ini, Carol W. Greider dan Elizabeth Blackburn pada tahun 1985 menemukan enzim Telomerase dalam tubuh manusia, yang berfungsi menjaga DNA dari kerusakan ketika sel melakukan pembelahan dan replikasi. Sehingga tubuh dapat terus menerus memperbaiki fungsinya.

Tetapi, seiring bertambahnya usia, produksi enzim telomerase dalam tubuh terus menurun. Sehingga telomerase yang dihasilkan semakin pendek dan itu membuat proses penuaan dalam tubuh semakin cepat.

Sebuah studi di Oktober kemarin yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Mississippi and University of California, dan telah dipublikasikan dalam Medicine & Science in Sports & Exercise, terhadap data yang dimiliki National Health and Nutrition Examination Survey yang melibatkan ribuan orang dewasa [20-84 tahun], semakin menegaskan penelitian sebelumnya bahwa olahraga dapat mencegah penuaan.

Survei tersebut memberikan pertanyaan kepada para responden seperti kebiasaan olahraga, laporan kesehatan, dan sampel darah. Lalu kemudian dikategorikan dalam 4 grup, berdasarkan jawaban mereka terkait dengan olahraga.

Pertanyaan mengenai olahraga tersebut adalah, apakah mereka di bulan kemarin melakukan latihan beban? Apakah melakukan olahraga ringan seperti berjalan? Apakah olahraga yang lebih berat seperti berlari? Atau bahkan berjalan atau bersepeda menuju kantor atau sekolah?

Dan bila partisipan menjawab iya pada setiap pertanyaan tersebut, maka mereka mendapatkan satu poin. Setelah data itu mereka dapat, para peneliti kemudian mengaitkan dengan kondisi telomerase para partisipan.

Hasilnya, yang menjawab melakukan satu aktivitas olahraga saja, kemungkinan untuk memiliki telomerase yang lebih pendek menurun 3 persen dari pada yang tidak. Untuk yang 2 aktivitas olahraga; 24 persen, 3 aktivitas olahraga; 29 persen, dan 4 aktivitas olahraga; 59 persen.

Yang menarik adalah, asosiasi ini menguat di rentang usia 40 sampai 65 tahun. Jadi, para peneliti menganjurkan di usia paruh baya adalah waktu yang tepat untuk melakukan olahraga rutin, bila Anda ingin telomerase yang dimiliki tidak memendek.

Tetapi seperti dilansir dari Nytimes [01/11], Dr. Loprinzi assistant professor of health and exercise science di University of Mississippi menegaskan bahwa penelitian ini baru sekadar ‘kaitan’, belum mendalam untuk membahas apakah benar olahraga sungguh mempengaruhi panjang telomerase.

Studi tersebut juga belum merinci seberapa rutin dan lamanya berolahraga yang dapat mempengaruhi panjang telomerase.

Namun paling tidak, hasil ini menguatkan penelitian-penelitian sebelumnya. Dr. Loprinzi menjelaskan, “penelitian lain termasuk dari lab kami telah menunjukkan bahwa telomerase berkaitan dengan umur panjang. Telomerase yang pendek itu berarti sama dengan usia yang pendek juga.”

Jadi, sudah punya satu alasan lagi dong untuk berolahraga G-Readers. [teks @bartno | foto explosivewoman.com]

SHARE