Cerita sutradara Livi Zheng asal Indonesia di Oscar 2015

0
198

Livi Zheng yang saat ini sedang melanjutkan S2 jurusan production film di Los Angeles, mengaku sedang cuti karena ada filmnya “Brush with Danger” yang akan tayang di Indonesia.

“Jadi, aku sebenarnya lagi cuti kuliah aku, karena film aku ini,, bentar lagi bakal tayang di Indonesia. So, aku harus tinggal di sini dulu” kata wanita lulusan sarjana ekonomi ini kepada Dave Hendrik dalam acara Diary Dave di Cosmopolitan FM, belum lama ini.

Livi yang asli Indonesia  saat ini duduk di tahun ke-4 pada perkuliahannya, dan  mengaku sudah mengambil banyak cuti,

“Jujur, tahun ini sudah tahun ke-4 , dan setiap ada project film gitu aku pasti cuti, jadi sekarang sudah benar-benar numpuk cutinya. Hopefully, selesai project film ini aku bisa selesaiin kuliah aku,” ungkap Livi.

Film yang disutradarai Livi Zheng, “Brush with Danger”, ternyata terinspirasi dari kisah para imigran di seluruh dunia.

“Film ini tersinpirasi dari para imigran seluruh dunia, terutama pas aku tinggal di Seattle , banyak banget orang-orang dari luar negeri ke Amerika. Dan teman dekatku itu dari Etiophia, dia ke Amerika sendirian, kabur dari negara asalnya karena ada perang. Nggak punya keluarga, teman, benar-benar sendirian. Terus lihat gimana dia berjuang sampai akhirnya dia bisa sukses,” cerita Livi dengan semangat

Film “Brush with Danger” yang semula hanya ditayangkan di Amerika, namun lewat perjuangan Livi film ini bisa ditonton rakyat Indonesia. Dirinya sendiri yang mengurus semua perijinan filmnya di Indonesia.

“Aku memang mau film aku ini ditonton oleh semua orang di Indonesia, keluarga aku di sini semua, and I will stay in here setelah semua project selesai,” jelas Livi

Livi juga sedang menyiapkan film-film lainnya. Film keduanya baru selesai proses syuting dan film ketiganya masih dalam proses.

“Film kedua baru selesai proses syuting kemarin, dan film ketiga sudah mulai proses pengisian suara dan lain-lain. Doain aja biar bisa cepet selesai, tapi doain juga biar lulus kuliahnya dulu, baru bisa selesaiin yang lain,” harapnya.

Nominasi Oscar

Film Brush with Danger berpeluang masuk nominasi Oscar 2015 dalam kategori best picture. [Dari 50 ribu film yang diproduksi di Amerika, panitia Oscar hanya memilih 300 saja untuk berpeluang masuk nominasinya]

“Aku tadinya cuma berharap yang penting film aku ini bisa tayang di bioskop. Karena buat masuk bioskop aja susah. Eh nggak taunya, setelah 2 minggu, filmnya tayang di bioskop. Dan nggak lama aku terima email gitu katanya film aku ini masuk ke Oscar 2015. Itu benar-benar diluar ekspetasi aku dan wow banget!” cerita Livi gembira.

Wanita yang hobi wushu dan kungfu ini secara tidak sengaja bertemu dengan executive producer yang juga suka dengan budaya Asia. Sehingga, membuat Livi bercerita tentang scenario filmnya, hingga sang executive producer itu menganggap scenario Livi layak untuk dimulai proses syutingnya.

“Sejak dibilang scenario aku layak untuk dimulai proses syutingnya, mulailah banyak dapat sponsor dan akhirnya semua budget untuk syuting bisa terpenuhi dari sponsor-sponsorku,” ungkap Livi.

Livi Zheng adalah wanita yang tidak pernah menyerah, meskipun dalam keadaan sesulit apapun dalam proses film ini. Ia mengaku depresi, frustasi, itu adalah hal yang biasa, namun untuk menyerah itu tidak ada dalam kamus hidupnya.

G-Readers bisa menonton “Brush With Danger” di seluruh bioskop Indonesia pada 26 November 2015. [teks Jane Gunawan | foto ist]

SHARE