Tips mengatasi anak yang bikin kesal

0
136

Cosmoners pastinya pernah merasa dibuat kesal sama perilaku anak. Karena dia numpahin air, mecahin gelas, corat-coret sembarangan, sampai dengan gagal mendapatkan target nilai di sekolah. Bila iya, hati-hati dengan cara mengatasinya, salah-salah malah membuat si buah hati menjadi lebih nakal.

Lewat program Parenthink di 90.4 Cosmopolitan FM, artis, presenter, dan penggemar seminar, serta pelatihan, Mona Ratuliu memberikan tipsnya untuk mengatasi anak yang sering melakukan kesalahan.

Menurutnya, “Anak-anak yang sedang mengalami proses belajar dalam kehidupan, wajar kalau banyak salahnya. Justru apabila anak melakukan kesalahan, itu tandanya ia sedang mencoba belajar hal baru. Bukankah kita juga mengalami hal yang sama, juga mencoba berbagai hal, melakukan kesalahan, mengalami kegagalan, lalu belajar supaya lebih baik dari kesalahan kita sendiri. Dan bukankah itu pertanda positif bahwa kita selalu mencoba hal baru, pantang menyerah, dan selalu bangkit lagi setiap gagal.”

Setuju kan? Lanjutnya, “Lalu kenapa sulit untuk memahami anak-anak? Nah daripada kesal melihat anak bolak-balik melakukan kesalahan, lebih baik mengajarkan anak untuk belajar dari kesalahannya.”

1. Jadilah motivator
Beri semangat agar anak-anak tumbuh jadi anak yang tidak mudah putus asa. Misalnya dengan menceritakan kisah Thomas Alva Edison yang ribuan kali mengalami kegagalan saat menciptakan bohlam lampu. Tapi Thomas Alva Edison tidak pernah merasa gagal, dia bilang “I have not failed, I’ve just found 1000 ways that won’t work.”

Dengan cara ini dapat mengajarkan anak untuk berbesar hati, beri pengertian kepada anak, gagal itu biasa, dan kita bisa belajar menerima kegagalan secara positif agar anak mau mencoba lagi sampai berhasil. Daripada amarah atau menghukum anak karena kegagalannya, lebih baik ajak anak untuk berusaha lebih keras, justru dengan cara ini anak belajar jadi optimis dan percaya diri.

2. Ajari tanggung jawab tanpa amarah
Tidak sedikit orangtua dengan gemas mencubit atau terus memaki anak sambil mencap anak nakal karena berulang kali melakukan kesalahan.

Tapi sebenarnya, lama kelamaan akan membuat anak merasa dirinya nakal dan tidak berguna. Lagipula nggak ada manfaatnya membuat anak merasakan ini. Justru tanpa kita sadari, kita menumbuhkan perasaan negatif di jiwa anak, lebih baik kita ajak anak belajar bertanggung jawab lewat kesalahannya.

Tidak usah terus fokus dengan kesalahan anak. Langsung saja ajak anak mencari solusi setelah kesalahan terjadi. Misalkan waktu anak saya menumpakan air ke lantai. Langsung saja saya mengajak Nala untuk melap lantainya kering. Setelah kering saya mengungkapkan kelegaan dengan ekspresi bahagia, dan bilang saya senang kalau lantainya nggak basah lagi, soalnya kalau lantainya basah bisa terpeleset. Kalau lantainya kering dan bersih enak deh. Ini saya lakukan karena sekalian juga menanamkan kepada Nala untuk senang kepada kebersihan.

Dengan cara tersebut, selain Nala belajar bertanggung jawab, juga belajar menyukai hidup bersih.

Ternyata Cosmoners, dari kesalahan anak, kita bisa membimbing anak belajar banyak hal positif.

Ajak Mona, “Yuk kita mulai mensyukuri momen kegagalan anak. Yuk kita mulai belajar tersenyum melihat anak melakukan kesalahan. Karena kalau anak nggak pernah mengalami kegagalan kapan dong dia belajar untuk bangkit. Kalau anak nggak pernah melakukan kesalahan, kapan anak belajar untuk bertanggung jawab. Kalau kita masih saja kesal dan marah melihat anak gagal dan seringkali melakukan kesalahan, coba kita tanya diri sendiri sudah siapkah kita menjadi orangtua yang bijaksana.” [foto healthylifestylezone.com]

Sumber:

Cosmopolitan

SHARE