Bahaya TBC masih menjadi masalah serius

0
99

TBC atau kepanjangan dari Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan bakteri mycobacterium tuberculosis yang biasanya menyerang paru-paru. Dan memang sudah ditemukan obatnya. Namun pengobatannya memerlukan kedisiplinan. Jika telat sekali saja makan obatnya, maka harus diulang.

Meski Pemerintah telah memberikan kemudahan pengobatan bagi setiap warganya lewat kartu BPJS, tetapi masih saja ada warga yang enggan berobat, terutama untuk kasus TBC ini. Itu dikarenakan kurangnya pengetahuan dan rasa malu untuk berobat.

Menurut artikel Wall Street Journal 30 Oktober 2015, “WHO menemukan bahwa TBC membunuh 1,5 juta manusia di tahun 2014. Itu menjadikan TBC sebagai penyebab kematian yang lebih banyak daripada HIV/AIDS [1,2 juta kematian]. Penemuan ini tidak mengagetkan karena lebih banyak dana yang disalurkan untuk pengobatan HIV/AIDS daripada untuk TBC di dekade terakhir ini.”

Indonesia sendiri merupakan negara yang terkena penyakit Tuberculosis nomor 4 di dunia dengan jumlah penduduk 210 juta pada tahun 2004. WHO memperkirakan bahwa Indonesia setiap tahunnya terjadi 563 ribu kasus untuk semua jenis TBC dan 283 ribu kasus baru.

Seperti misalkan kasus yang terjadi di wilayah Petukangan Utara, Joglo, Jakarta Selatan. Menurut penuturan ibu Fitri [70], kader Posyandu di kelurahan Joglo, warga di daerah sini merasa terkena aib bila mereka terkena TBC, sehingga enggan untuk berobat.

Karena itu, lewat bantuan dari komunitas Rotary Club Jakarta Metropolitan, diadakan Medical Fair atau bisa disebut juga “Project 1000“. Di sini warga di area Petukangan Utara diberikan penyuluhan medis selama 2 hari [14-15 November 2015] yang bertempat di Sekolah Nurul Hakim.

Teezar Firmansyah, President Rotary Club Jakarta Metropolitan menyampaikan, “Kami terkejut TBC masih dianggap sebagai hal aib terutama oleh masyarakat di sini. Karena itu kita adakan acara ini yang dikemas seperti hiburan dan bisa dinikmati keluarga.”

Dalam kegiatan Medical Fair ini, Rotary Club Jakarta Metropolitan juga menggandeng beberapa korporasi swasta seperti, Thiess Contractors Indonesia and Leighton Contractors Indonesia, Global Alliance, RS Hermina, Rumah Edukasi, PT Johnson & Johnson Indonesia, PT Nira Mas, Yayasan Soedarpo, dan Danone.

Dengan kerjasama ini, setiap penduduk yang sudah didata mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan standar dengan penekanan di pemeriksaan TBC. Juga, diberikan edukasi mengenai TBC, perawatan bayi, cara-cara hidup sehat dan menjaga kebersihan, dan pemeriksaan USG untuk 20 ibu hamil.

Untuk anak-anak yang menemani keluarganya juga mendapatkan permainan kreativitas yang disediakan oleh Rumah Edukasi. Medical Fair ini juga dimeriahkan oleh kesenian Marawis dari pelajar setempat.

TBC dan cara penanggulangannya, di halaman 2.

1
2
SHARE